Liputan6.com, Semarang: Ratusan warga dua desa di Bandung, Jawa Barat yang menjadi korban saluran tegangan ekstra tinggi (sutet) hingga Selasa siang masih bertahan di kantor PT Perusahaan Listrik Negara Semarang, Jawa Tengah. Mereka menuntut ganti rugi yang layak atau dipindahkan dari kawasan sutet karena merasa kehidupannya terganggu.
Ratusan warga dari Bandung itu tiba di Kantor PLN Semarang menumpang dua bus. Warga asal Desa Nanjungmekar, Ranncaekek dan Desa Paninjoan, Cicalengka mengaku sangat terganggu dengan proyek pembangkit listrik dan jaringan Jawa-Bali-Nusatenggara Barat itu.
Menurut warga, sejak dua tahun permukiman dilalui saluran tegangan ekstra tinggi kehidupan mereka terganggu. Mereka mengaku sering pusing kepala, lemas dan mudah sakit. Masih menurut pengakuan mereka, tembok rumah yang mereka tempati bila ditempeli tespen dapat menyala dan dapat mengalirkan listrik.
Menanggapi tuntutan warga, staf PT PLN Semarang Bambang Susilo menyatakan tak ada keharusan memberi ganti rugi. Sebab, pembangunan sudah sesuai dengan prosedur. Pejabat sementara Pimpinan Proyek Induk Jaringan Sutet Agus Subiyanto menolak bertemu dengan warga.(YYT/Hadi Parayitno dan Kukuh Ariwibowo)
Ratusan warga dari Bandung itu tiba di Kantor PLN Semarang menumpang dua bus. Warga asal Desa Nanjungmekar, Ranncaekek dan Desa Paninjoan, Cicalengka mengaku sangat terganggu dengan proyek pembangkit listrik dan jaringan Jawa-Bali-Nusatenggara Barat itu.
Menurut warga, sejak dua tahun permukiman dilalui saluran tegangan ekstra tinggi kehidupan mereka terganggu. Mereka mengaku sering pusing kepala, lemas dan mudah sakit. Masih menurut pengakuan mereka, tembok rumah yang mereka tempati bila ditempeli tespen dapat menyala dan dapat mengalirkan listrik.
Menanggapi tuntutan warga, staf PT PLN Semarang Bambang Susilo menyatakan tak ada keharusan memberi ganti rugi. Sebab, pembangunan sudah sesuai dengan prosedur. Pejabat sementara Pimpinan Proyek Induk Jaringan Sutet Agus Subiyanto menolak bertemu dengan warga.(YYT/Hadi Parayitno dan Kukuh Ariwibowo)