Liputan6.com, Sebagai salah satu klub bulutangkis terbesar di Indonesia, PB Djarum selalu kebanjiran peserta seleksi setiap tahunnya. Ribuan anak berusia 10 sampai 15 tahun tidak pernah kehilangan gairah untuk mendapatkan beasiswa dari PB Djarum.
Peserta audisi umum 2014 meningkat mencapai 1380 dari tahun sebelumnya 1030 anak. Namun, hanya puluhan anak yang lolos audisi dan berhak mendapatkan beasiswa PB Djarum. Tahun lalu, PB Djarum hanya memberikan beasiswa pada 24 anak. Jumlah yang sangat kecil bila dibandingkan peminat yang membludak tiap tahunnya.
Advertisement
Djarum membangun pusat pelatihan di atas tanah seluas 43.207 meter persegi yang terdiri dari gedung olahraga sebesar 29.450 m2 dengan 16 lapangan terbagi dalam 12 lapangan beralaskan kayu dan sisanya karet sintetis dengan luas 4.925 meter persegi. GOR PB Djarum terletak di Jati, Kudus.
Total, hingga saat ini terdapat 67 anak yang menghuni asrama. Selama berada di asrama mereka mendapatkan fasilitas seperti Hotel Bintang Lima. PB Djarum membagi asrama menjadi dua blok putra dan putri berjumlah 40 kamar dengan arsitektur minimalis.
Setiap kamar dihuni oleh dua sampai tiga orang dilengkapi pendingin ruangan, lemari dan meja belajar. Satu bangunan khusus dibuat untuk ruang makan yang mampu menampung seluruh anak. PB Djarum juga membangun rumah pelatih lengkap dengan areal parkir yang bisa menampung 3 mobil.
Aturan ketat diberlakukan selama menimba ilmu di "kawah candradimuka" ini, termasuk masalah hiburan."TV tidak boleh ada di kamar agar kegiatan mereka bisa dikontrol. Bila ingin menonton televisi bisa ke ruang tamu," ucap Direktur Djarum Foundation, Yoppi Rosimin.
"Uang saku juga kami berikan pada anak yang sudah lulus SMA. Jika belum, tidak akan kami berikan," sambungnya.