Terlalu Seronok, Miley Cyrus Ditolak Republik Dominika

Miley Cyrus seharusnya tampil untuk konser musik Bangerz pada 13 September 2014 mendatang di Republik Dominika.

oleh Sylvia Puput Pandansari diperbarui 22 Agu 2014, 20:15 WIB
mirror.co.uk

Liputan6.com, Santo Domingo Penampilan Miley Cyrus selalu mengundang kontroversi. Mulai dari sikapnya yang suka sembarangan sampai bajunya yang seronok. Hal ini tampaknya yang membuat pemerintah Republik Dominika berpikir dua kali untuk membiarkan pelantun Wrecking Ball dan We Can't Stop tersebut tampil di negaranya.

Seharusnya, seperti diwartakan Huffingtonpost, Jumat (22/8/2014), Miley Cyrus seharusnya tampil untuk konser musik Bangerz pada 13 September 2014 mendatang. Namun hal itu rupanya tinggal impian saja.

Foto dok. Liputan6.com

Miley dilarang tampil di Santo Domingo, Republik Dominika karena dinilai terlalu seksi dan tak bermoral. Pihak perwakilan Republik Dominika menegaskan bahwa Miley Cyrus tidak diperbolehkan tampil di negara tersebut karena selama masa pengawasan pemerintah, tindakan yang dilakukan mantan tunangan Liam Hemsworth ini sangat bertentangan dengan moral dan adat-istiadat dan hukum Dominika.

Foto dok. Liputan6.com

Hal-hal detil juga diungkapkan beberapa kritikus. Dahi mereka mengernyit saat membicarakan lidah Miley yang suka menjulur sembarangan, belum lagi goyang twerking yang selalu dibanggakannya, juga tindakan yag lebih parah adalah meraba bagian pribadi dan juga milik orang lain.

Tak hanya penampilannya, lagu-lagu Miley yang sarat dengan adegan tidak senonoh dilarang beredar baik secara audio maupun visual.

Foto dok. Liputan6.com

Sampai berita ini diturunkan belum ada rencana pengembalian uang tiket konser yang harga satuannya berkisar antara USD 27 sampai USD 370 atau setara dengan Rp 315 ribu sampai Rp 4,3 juta. Namun sejauh ini, pihak manajemen Miley Cyrus tidak mau berkomentar mengenai hal ini.

Sebagai informasi, Republik Dominika adalah sebuah negara di Amerika Latin, di Laut Karibia, berpenduduk 9 juta orang lebih. Mayoritas penduduknya beragama Katolik Roma. Ada sekitar 7,6 juta warga pemeluk Katolik Roma atau bisa dikatakan sekitar 78 persen dari total penduduk. Sementara agama yang lain adalah Protestan, Yahudi, dan Muslim. (Ppt/Ade)  

 

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya