Meninggalkan Estadio Ramon Sanchez Pizjuan, markas Sevilla, Juande Ramos berlabuh guna memanajeri Tottenham Hotspur. Keputusan Ramos dianggap lebih didasarkan materi semata. Bisa dimaklumi karena pemberitaan media Inggris menyebut Ramos menerima bayaran 6 juta pound atau sekitar Rp 112,5 miliar per musim di Spurs.
Kalau dihitung per pekan maka kantong Ramos menerima 120 ribu pound atau Rp 2,25 miliar. Ini berarti, jika rumor itu benar maka bayaran yang diterima manajer asal Spanyol itu mengungguli dua manajer kondang Sir Alex Ferguson di Manchester United dan Arsene Wenger di Arsenal.
Pada Agustus lalu, ketika manajer Spurs masih dipegang Martin Jol, Ramos ketahuan bertemu degan delegasi Spurs. Saat itu ia menolak rayuan Spurs dengan alasan menghormati kontraknya bersama Sevillistas. Hanya berselang sehari setelah pemecatan Jol, Ramos tiba-tiba mengundurkan diri dan menerima tawaran Spurs. Sejumlah pertanyaan menyeruak di balik keputusannya. Tapi yang paling kuat berhembus ya itu tadi, Ramos dianggap matre.
Ramos menampik tuduhan itu dengan membeberkan alasan utama keputusannya meninggalkan Sevilla. Ramos mengklaim dirinya berkeinginan meninggalkan Sevilla karena ada masalah ‘di balik layar’. Sebenarnya Ramos ingin mengakhiri karirnya musim panas mendatang begitu kontraknya usai, tapi "Situasi menjadi tidak mendukung lagi karena adakalanya pengurus klub (Sevilla) menginjak-injak hak dan integritas pelatih," beber Ramos kepada Marca.
Selain Spurs, beberapa klub Eropa lainnya tertarik menggunakan jasa Ramos sejak pergantian musim pertengahan tahun lalu. Keberhasilan merebut dua trofi Piala UEFA berturut-turut membuat namanya menjulang tinggi di pasaran. Namun semua ketertarikan dan tawaran yang ditujukan kepadanya ditolak mentah-mentah. Namun ada yang dibingungkannya. "Sevilla seakan-akan tidak mencegah saya (untuk pergi). Tidak tanpa alasan apapun," sergahnya. "Saya hengkang dengan perasaan sedih setelah dua tahun di sana."
Pernyataan Ramos tersebut senada dengan pernyataan yang dikeluarkan caretaker Sevilla, Manolo Jimenez. "Biarpun Ramos tidak ke Tottenham saat ini, saya tetap akan manangani Sevilla musim panas tahun depan. (Jose Maria) Del Nido—Presiden Sevilla—sudah membicarakan tentang hal ini dengan saya,” ujar Jimenez yang sebelumnya menjabat pelatih tim yunior, seperti dikutip AFP.
Kalau dihitung per pekan maka kantong Ramos menerima 120 ribu pound atau Rp 2,25 miliar. Ini berarti, jika rumor itu benar maka bayaran yang diterima manajer asal Spanyol itu mengungguli dua manajer kondang Sir Alex Ferguson di Manchester United dan Arsene Wenger di Arsenal.
Pada Agustus lalu, ketika manajer Spurs masih dipegang Martin Jol, Ramos ketahuan bertemu degan delegasi Spurs. Saat itu ia menolak rayuan Spurs dengan alasan menghormati kontraknya bersama Sevillistas. Hanya berselang sehari setelah pemecatan Jol, Ramos tiba-tiba mengundurkan diri dan menerima tawaran Spurs. Sejumlah pertanyaan menyeruak di balik keputusannya. Tapi yang paling kuat berhembus ya itu tadi, Ramos dianggap matre.
Ramos menampik tuduhan itu dengan membeberkan alasan utama keputusannya meninggalkan Sevilla. Ramos mengklaim dirinya berkeinginan meninggalkan Sevilla karena ada masalah ‘di balik layar’. Sebenarnya Ramos ingin mengakhiri karirnya musim panas mendatang begitu kontraknya usai, tapi "Situasi menjadi tidak mendukung lagi karena adakalanya pengurus klub (Sevilla) menginjak-injak hak dan integritas pelatih," beber Ramos kepada Marca.
Selain Spurs, beberapa klub Eropa lainnya tertarik menggunakan jasa Ramos sejak pergantian musim pertengahan tahun lalu. Keberhasilan merebut dua trofi Piala UEFA berturut-turut membuat namanya menjulang tinggi di pasaran. Namun semua ketertarikan dan tawaran yang ditujukan kepadanya ditolak mentah-mentah. Namun ada yang dibingungkannya. "Sevilla seakan-akan tidak mencegah saya (untuk pergi). Tidak tanpa alasan apapun," sergahnya. "Saya hengkang dengan perasaan sedih setelah dua tahun di sana."
Pernyataan Ramos tersebut senada dengan pernyataan yang dikeluarkan caretaker Sevilla, Manolo Jimenez. "Biarpun Ramos tidak ke Tottenham saat ini, saya tetap akan manangani Sevilla musim panas tahun depan. (Jose Maria) Del Nido—Presiden Sevilla—sudah membicarakan tentang hal ini dengan saya,” ujar Jimenez yang sebelumnya menjabat pelatih tim yunior, seperti dikutip AFP.