Liputan6.com, Denpasar: Panglima TNI Laksamana Widodo A.S. menegaskan TNI siap membantu Polri untuk mengantisipasi aksi sweeping warga sipil terhadap warga negara Amerika Serikat di sejumlah daerah. Namun, pasukan bantuan TNI baru akan benar-benar diturunkan apabila Polri memang sangat membutuhkan. Penegasan tersebut disampaikan Widodo seusai memberikan pembekalan kepada seluruh jajaran perwira dan prajurit Komando Resor Militer Korem 163 Wirasatya Bali, baru-baru ini.
Menurut Widodo, hingga kini, TNI belum menurunkan pasukan bantuan karena Polri dinilai masih mampu menangani isu penyisiran itu. Buktinya, Polri belum mengajukan permintaan bantuan pasukan. Artinya, sejauh ini, aksi penolakan terhadap rencana AS masih berada pada batas-batas wajar dan dapat ditanggulangi Polri. Lebih jauh Widodo menegaskan, TNI baru akan membantu jika aksi telah menyerempet keamanan nasional.(DEN/Yudah Prakoso dan Iwan Gunawan)
Menurut Widodo, hingga kini, TNI belum menurunkan pasukan bantuan karena Polri dinilai masih mampu menangani isu penyisiran itu. Buktinya, Polri belum mengajukan permintaan bantuan pasukan. Artinya, sejauh ini, aksi penolakan terhadap rencana AS masih berada pada batas-batas wajar dan dapat ditanggulangi Polri. Lebih jauh Widodo menegaskan, TNI baru akan membantu jika aksi telah menyerempet keamanan nasional.(DEN/Yudah Prakoso dan Iwan Gunawan)