Robin William Depresi Akibat Operasi Jantung?

Robin William ternyata pernah melakukan operasi jantung lima tahun lalu. Kemungkinan karena ini dia depresi

oleh Fitri SyarifahDiterbitkan 14 Agustus 2014, 20:30 WIB
Robin William ternyata pernah melakukan operasi jantung lima tahun lalu.

Liputan6.com, Jakarta Sejak ditemukan tewas di kediamannya di California, diketahui ternyata mendiang Robin William pernah melakukan operasi jantung lima tahun lalu.

Hal ini diungkap Kepala psikiatri di New York Presbyterian Hospital-Columbia, Dr Jeffrey Lieberman. Sang dokter jiwa ini mengatakan, operasi jantung yang dilakukan William bisa jadi merupakan pemicu depresi yang membuatnya meninggal.

"Depresi adalah salah satu efek samping dari operasi jantung. Karena secara historis, operasi jantung dapat memengaruhi kognitif fungsi pemulihan seseorang," kata Jeffrey, seperti dikutip Nydailynews, Kamis (14/8/2014).

Pada 2009, kata Jeffrey, Willian melakukan operasi penggantian katup jantung. Setelah operasi itu ia diketahui mengalami peningkatakan frekuensi depresi.

Direktur unit perawatan jantung di Lenox Hill Hospital dan juru bicara American Heart Association dan American Stroke Association, Dr Tara Narula pun membenarkan hal tersebut. Ia membenarkan apabila depresi dapat terjadi pascaoperasi.

"Selama operasi jantung terbuka, emboli di aorta bisa pecah dan perlahan mengganggu fungsi otak, yang dapat mengakibatkan perubahan struktur dan kemampuan otak. Operasi jantung terbuka juga menyebabkan hipotermia atau penurunan suhu tubuh yang dapat mempengaruhi otak," kata Tara.

"Penyebab depresi William mungkin multifaktor tapi operasi jantung yang dilakukannya juga berpengaruh. Pasien yang pernah operasi jantung, berisiko depresi jantung 20-40 persen," jelasnya.

Kepala kardiologi di RS Mount Sinai St Luke juga mengatakan, operasi jantung dapat menyebabkan depresi reaktif. "10 persen dari pasien yang pernah operasi jantung dapat mengembangkan gejala-gejala stres," ungkapnya singkat.

POPULER

    Berita Terkini Selengkapnya