Liputan6.com, Jakarta - Semua komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) dikawal polisi dari Polda Metro Jaya. Pengawalan dilakukan setelah munculnya ancaman dari Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta M Taufik yang akan menangkap Ketua KPU Husni Kamil Manik.
Salah satu Komisioner KPU Arief Budiman menerangkan, belum ada pengawalan khusus kepadanya dan komisioner lainnya.
Advertisement
"Nggak ada (tambahan), ya mungkin saja seperti biasa sajalah. Saya pikir semua orang di sini kan juga nggak," ungkapnya, di Gedung MK, Jakarta, Selasa (12/8/2014).
Arief menyerahkan pada pihak kepolisian agar mengusut ancaman yang dilontarkan oleh kubu Prabowo-Hatta tersebut. Ia tak mau merongrong polisi agar langsung menangkap orang tertentu.
"Sudah kami laporkan ke kepolisian biar selanjutnya polisi saja yang menyimpulkan harus seperti apa kita diperlakukan," imbuhnya.
Sebelumnya, Kepala Polda Metro Jaya Inspektur Jenderal Polisi Dwi Priyatno menuturkan, semua komisioner KPU akan dikawal demi keamanan, setelah muncul ancaman tersebut. Ketua KPU akan dikawal 2 anggota Brimob dan 2 polisi lain, sementara komisioner lain KPU dikawal 2 polisi.
Bukan cuma ketua dan komisioner KPU yang dikawal, para hakim Mahkamah Konstitusi (MK) dan anggota Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) juga mendapat pengawalan 24 jam dalam sehari.
Saat ini para hakim MK dan DKPP sedang bersidang maraton atas gugatan dan dugaan kecurangan Pemilu Presiden 2014 lalu. (Yus)