Gagal Bayar Argentina Jadi Pelajaran untuk RI

Indonesia dinilai perlu langkah berani untuk memutus ketergantungan dengan lembaga keuangan internasional.

oleh Septian DenyDiterbitkan 07 Agustus 2014, 12:54 WIB
Ilustrasi pertumbuhan Ekonomi

Liputan6.com, Jakarta - Putusan gagal bayar atau default Argentina dari Pengadilan Amerika Serikat (AS) harusnya menjadi pelajaran bagi Indonesia untuk tidak lagi menggantungkan diri pada utang luar negeri.

Direktur Eksekutif Indonesia Global Justice (IGJ), Riza Damanik mengatakan, sistem ekonomi liberal yang berlaku saat ini dengan motor penggerakan ekonomi nasional sebuah negara bergantung pada investasi asing dan utang luar negeri.

Dalam banyak kesempatan telah membuat negara tersebut bukan semakin pulih perekonomiannya akan tetapi terjadi pertumbuhan ekomoni yang semu. Hal ini terjadi di Eropa dan saat melanda negara-negara lain di Amerika Latin.

"Ini sudah menjadi pembelajaran yang ada sejak lama. Ini bisa memperkuat hipotesis kami bahwa menggantungkan pertumbuhan ekonomi dengan investasi asing dan utang luar negeri. Itu tidak akan menjawab tantangan kesejahteraan rakyat dan maupun kedaulatan ekonomi sebuah bangsa," ujar Riza saat berbincang dengan Liputan6.com di Jakarta, Kamis (7/8/2014).

Menurut Riza, Indonesia tidak perlu menunggu banyak negara lain mengalami kebangkrutan. Pemerintah sudah saatnya untuk melakukan perubahan pola kerjasama internasional sehingga tidak lagi bersifat eksploitatif dan menggunakan sistem riba yang membuat bunga utang semakin besar.

"Semangat yang perlu didorong adalah menolak segala bentuk penjajahan dalam berbagai konteks seperti ekonomi. Harus dijunjung semangat solidaritas bukan eksploitatif, semangat membantu. Itu tantangan kita ke depan," lanjutnya.

Namun Riza meyakini meski saat ini Indonesia memiliki ketergantungan terhadap utang luar negeri dengan jumlah yang cukup besar hingga mencapai Rp 3 ribu triliun, tetapi masih dalam kondisi yang relatif lebih aman dibanding negara lain.

"Tapi kami perlu ambil kepemimpinan untuk memutus rantai ketergantungan dengan lembaga keuangan internasional yang digunakan oleh negara maju untuk menghisap kekayaan sumber daya alam kita," tandasnya. (Dny/Ahm)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya