Nagreg-Garut Macet Tak Bergerak, Jalan Alternatif Lewat Cijapati

Kendaraan tidak bergerak lama di kawasan Jalan Cagak Nagreg menuju Kadungora maupun arah menuju Limbangan.

oleh Raden Trimutia HattaDiterbitkan 30 Juli 2014, 10:22 WIB
Kendaraan memadati ruas Jalan Raya Nagreg menuju jalur Cagak Tasikmalaya-Garut di Nagreg, Bandung, Jabar. (Antara Foto)

Liputan6.com, Jakarta - Jalur selatan Jawa Barat di kawasan Nagreg, Kabupaten Bandung, menuju arah Garut maupun Tasikmalaya, hingga Rabu (30/7/2014) siang, masih mengalami kepadatan. Kendaraan tidak bergerak lama di kawasan Jalan Cagak Nagreg menuju Kadungora maupun arah menuju Limbangan.

Sedangkan arus kendaraan dari arah Garut lintas Lingkar nagreg menuju Bandung terpantau lancar. Bahkan arus kendaraan sepanjang jalan Cileunyi-Cicalengka-Rancaekek, Kabupaten Bandung ramai lancar.

Kepadatan arus kendaraan bukan hanya terjadi di Nagreg, tetapi terjadi juga di kawasan Leles, Limbangan dan Malangbong."Malangbong terpantau padat merayap, tetapi tetap terkendali, masih bisa berjalan," kata anggota Polsek Malangbong, Briptu Dani Nuroni.

Sementara itu, Kanit Patwal Polres Garut, Ipda Jainuri mengatakan, Kadungora-Leles dari dua arah cukup padat. Kepadatan itu karena banyaknya masyarakat yang hendak berlibur ke tempat wisata di Garut, serta masih ada yang mudik ditambah adanya arus balik.

"Jalan Kadungora-Leles cukup padat meriah karena ada arus pariwisata, arus mudik dan arus balik," kata Jainuri.

Seorang pengendara mobil Kusuma, mengaku tidak terjebak macet di Nagreg karena lewat jalur alternatif Cijapati. Situasi lalu lintas di Cijapati lancar, hanya ada beberapa kendaraan roda empat maupun sepeda motor.

Namun kepadatan kendaraan, sambung Kusuma, mulai terjadi memasuki kawasan Kadungora karena ada pertemuan arus kendaraan dari Garut menuju Bandung dan perlintasan Kereta Api. Setelah melewati kawasan Pasar Leles hingga Garut Kota, lanjut dia, arus lalu lintas lancar.

"Macetnya di Kadungora dan Leles saja, itu juga tidak lama. Sebaiknya dari Bandung mau ke Garut, lewat Cijapati saja," ungkap Kusuma. (Ant)

Rekomendasi

POPULER

    Berita Terkini Selengkapnya