Jokowi Tertawa Dituding Gunakan Jasa Hacker Korea

Ia mengaku heran dengan adanya tudingan kepada timnya yang memanfaatkan jasa hacker untuk memanipulasi hasil penghitungan KPU.

oleh Luqman Rimadi diperbarui 26 Jul 2014, 05:02 WIB

Liputan6.com, Jakarta - Kubu Prabowo-Hatta menuding ada keterlibatan 37 hacker asal Korea dan Tiongkok yang memanipulasi sekitar 4 juta suara para golongan putih atau golput. Hal itulah yang menjadi salah satu alasan mundurnya Prabowo Subianto dari Pilpres 2014.

Mendengar tudingan tersebut, presiden terpilih Joko Widodo tampak tertawa. Ia mengaku heran dengan adanya tudingan kepada timnya yang memanfaatkan jasa hacker untuk memanipulasi hasil penghitungan KPU.

"Hahaha, Korea siapa? Hacker apa? Kok sampai ke Korea itu apa?," ujar Jokowi di Jakarta, Jumat (25/7/2014).

Tak mau menanggapi pertanyaan itu dengan serius, Jokowi malah menjadikan tudingan tersebut sebagai bahan leluconnya. "Untuk apa pakai hacker? Korea lagi. Korea atau Kroya?," ucapnya sambi tertawa.

Ketua Tim Koalisi Merah Putih Perjuangan untuk Kebenaran dan Keadilan Letnan Jenderal TNI Purnawirawan Yunus Yosfiah mengungkap alasan kenapa Prabowo Subianto menarik diri alias mundur dari proses Pilpres 2014. Salah satunya karena ada penggelembungan suara.

"Ada 37 hacker asal Korea dan Tiongkok yang memanipulasi sekitar 4 juta suara," kata Yunus di Jakarta, Selasa 22 Juli 2014.

Para hacker itu, jelas Yunus, memanipulasi penggelembungan suara dari pemilih golongan putih atau golput di beberapa kecamatan di Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Sulawesi Utara.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya