Siaga Jelang 22 Juli, Panglima TNI: Ancaman Bisa dari Mana Saja

Panglima TNI Jenderal Moledoko memastikan seluruh prajurit TNI dalam keadaan siaga penuh jelang pengumuman presiden 22 Juli 2014.

oleh Ahmad Romadoni Diterbitkan 18 Juli 2014, 12:03 WIB
Jenderal Moeldoko memberikan pidatonya di hadapan pasukan pengamanan Pilpres 2014, Jakarta, Rabu (16/7/2014) (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta - Panglima TNI Jenderal Moledoko memastikan seluruh prajurit TNI dalam keadaan siaga penuh. Pihaknya tidak mau mengambil risiko mengecilkan potensi keamanan jelang pengumuman presiden 22 Juli 2014.

"Ancaman bisa muncul darimana saja, semua yang akan melakukan hal hal yang negatif itulah ancaman," tegas Moeldoko di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (18/7/2014).

Moeldoko menegaskan, dirinya tidak memandang ancaman dari kubu mana pun. Jika memang massa melakukan hal-hal yang mengganggu keamanan langsung berhadapan dengan para prajurit.

"Saya tidak mau menyebutkan ancaman dari siapa. Dan itu akan berhadapan dengan TNI dan kepolisian," ujarnya.

Dirinya tidak mau mengukur ancaman dari besar atau kecilnya. Tapi, segala risiko harus diperhatikan agar segala kemungkinan dapat diantisipasi.

"Kami hitung risikonya. Tentara selalu berpikir kondisi terburuk. Kami tidak berspekulasi besar atau kecil tapi semua yang kami siapkan untuk menghadapi segala kemungkinan," katanya.

Saat ini yang menjadi pusat pengamanan dari prajurit TNI adalah kantor KPU Pusat. KPU dinilai merupakan lokasi paling strategis dalam rangka pemilu presiden 2014.

"Saya Panglima TNI memosisikan KPU saat ini sebagai center of grafitty, sebagai objek strategis nasional dalam konteks pemilu saya posisikan seperti itu, untuk itu betul-betul harus kita lindungi sepenuhnya," tandas Moeldoko.

POPULER

    Berita Terkini Selengkapnya