Liputan6.com, Jakarta - Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko menegaskan, pihaknya sudah meningkatkan keamanan pascapemungutan suara Pemilihan Umum Presiden (Pilpres) 9 Juli 2014. Moeldoko bahkan mengatakan, pihaknya juga sudah meningkatkan keamanan di setiap teritorial.
"Yang perlu ditingkatkan, intelijen dan teritorial, dan pasukan tetap stand by," kata Moeldoko di Balai Sudirman, Jalan Saharjo, Jakarta Selatan, Jumat (11/7/2014).
Dia juga mengimbau, kepada seluruh elemen masyarakat termasuk media untuk memberikan pemahaman positif agar masyarakat tetap kondusif. "(Kita) melakukan langkah-langkah sosialisasi, agar jangan sampai terjadi sesuatu yang tidak diinginkan," imbaunya.
Khusus untuk 22 Juli yang bertepatan dengan rekapitulasi hasil pilpres secara nasional, Moeldoko menjamin keamanan lebih siap dan siaga. Bahkan menurutnya, pasukan cadangan siap dikerahkan untuk membantu pengamanan tersebut.
"Oh iya, pasti lebih tinggi lagi siaganya. Kekuatan yang tergelar sekarang selalu siaga, tetapi unsur-unsur cadangannya siap dikerahkan," tegasnya.
Terkait daerah-daerah berpotensi rawan, Moeldoko mengakui jika di semua wilayah di Indonesia itu berpotensi. Namun sekali lagi dia menegaskan, antisipasi untuk hal-hal yang tidak diinginkan selama proses Pilpres 2014 ini sudah disiagakan.
"Laporan sementara, sebenarnya hampir seluruh jajaran wilayah di Indonesia cukup baik. Hanya nanti kita lihat dari sekarang ini menuju tanggal 22 Juli, karena dinamikanya cukup tinggi (karena) pasti ada dan potensi itu selalu ada. Kami masih sanggup mengantisipasi," tandas Moeldoko. (Mvi)
Baca juga:
Polri Kawal Proses Penghitungan Suara di Setiap Level
KPU: Hasil Hitung Cepat Pilpres Bukan Hasil Resmi
Jadwal Rekapitulasi KPU Tetapkan Hasil Pilpres 2014
Advertisement