6 Pemain Argentina yang Bungkam Kritik (Bagian 2)

Mereka membuktikan diri dapat memberikan kontribusi atas keberhasilan Tim Tango melaju ke final.

oleh Liputan6Diterbitkan 11 Juli 2014, 15:54 WIB
Argentina (FABRICE COFFRINI / AFP)

Liputan6.com, Sao Paulo - Oleh - Adam Faisal

Masyarakat Argentina tengah gembira usai tim kesayangannya melaju ke final Piala Dunia 2014 usai mengalahkan Belanda melalui adu penalti (4-2) di babak sebelumnya.

Namun sebelum keberhasilan tersebut, Tim Tango sempat diragukan karena materi pemain yang dibawa pelatih Alejandro Sabella ke Brasil. Namun kenyataannya beberapa pemain yang diragukan ternyata dapat membungkam kritik.

Mereka membuktikan diri dapat memberikan kontribusi atas keberhasilan Tim Tango melaju ke final. Berikut para pemain yang membungkam kritikan masyarakat:

Basanta menjadi pemain lain yang menjadi keraguan publik. Kemampuannya memainkan peran yang berbeda pada pertahanan adalah hal yang meyakinkan Sabella.

Meskipun posisi asalnya adalah bek tengah, pemain berusia 30 tahun itu adalah pilihan pertama Sabella untuk bek kiri. Dia memiliki kesempatan untuk menunjukkan apa yang dia mampu ketika melawan Belgia sebagai pengganti Rojo.

Pribadi yang pendiam dan low profile. Basanta tidak pernah menanggapi kritik.


Lucas Biglia

Jose Maria Basanta (MARTIN BUREAU/AFP)

Pemain berusia 28 tahun itu adalah gelandang yang disukai para fans. Seperti Demichelis, ia masuk lineup di perempat final dan memberikan keseimbangan pada tim.

Biglia adalah pemain yang lebih cocok tampil dengan Javier Mascherano daripada Fernando Gago. Biglia adalah pemain kunci dalam mencegah serangan Belgia dan Belanda.


Enzo Perez

Gelandang Timnas Argentina Lucas Biglia beraksi pada partai persahabatan kontra Albania jlang Copa America di Estadio Monumental, Buenos Aires, 20 Juni 2011. AFP PHOTO/STR

Mungkin Perez adalah yang paling mengejutkan dari 23 nama di dalam skuat. Dia adalah pemain terbaik musim lalu di Liga Portugal, tetapi ia sedikit berpartisipasi dalam Piala Dunia tahun ini dan kalah bersaing dengan Ever Banega.

Dia baru bermain melawan Belgia untuk menggantikan Angel Di Maria yang cedera. Sabella menunjukkan kepercayaan dalam dirinya sekali lagi ketika melawan Belanda dan gelandang Mendoza itu menampilkan performa yang bagus.

Perez mengatur serangan di sayap kanan dan menutup ruang seperti yang dia lakukan di Benfica.

Singkatnya, Sabella mengumpulkan skuat yang bisa berkomunikasi dengan baik, secara di dalam maupun di luar lapangan.
[Baca Juga: 6 Pemain Argentinya Bungkam Kritik (Bagian 1)]

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya