Liputan6.com, Bogor - Bisnis peci membawa berkah bagi warga Kampung Cibolang, Desa Banjarwangi, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor. Pasalnya, usaha ini mendatangkan lapangan kerja bagi warga sekitarnya.
Tak heran bila para pemuda di kampung itu memilih bekerja membuat peci ketimbang mencari kerja di kota. Bahkan, menurut Yoyoh Yuni Jamilah, pemilik rumah industri peci, warga di kampungnya tidak lagi melirik sektor pertanian sebagai mata pencaharian utama.
“Hampir seluruh warga lebih banyak bekerja di industri rumahan pembuatan peci, meskipun ada sebagian kecil yang berjualan peci ke luar daerah,” ungkap salah satu perintis sentra peci di Kampung Cibolang itu.
Saat ini, terdapat puluhan rumah industri yang memproduksi aneka kopiah. Mereka rata-rata mempekerjakan puluhan warga sekitar, yang kebanyakan para pemuda-pemudi dan kaum ibu.
Ia bercerita, ketika awal merintis usaha peci ini, ia hanya dibantu keluarganya saja. Namun, karena permintaan semakin banyak terutama saat Ramadan seperti sekarang ini, Yuni pun merekrut tetangga sekitar rumahnya.
“Kalau hari biasa hanya satu kali pengiriman, yaitu sebanyak 350 kodi, tapi kalau bulan puasa ini permintaan bisa meningkat hingga tiga kali lipat, yakni mencapai 750 kodi,” paparnya.
Menurutnya, pesanan bukan hanya datang dari wilayah Jawa Barat, Jakarta, dan Jawa Timur namun juga di ekspor ke luar negeri seperti Malaysia. “Pekerja saya terbatas, jadi permintaan yang lain saya tolak, sebab takut tidak kekejar,” imbuhnya.
Yuni mengatakan, ada dua jenis peci yang diproduksi olehnya, yakni peci bordir dan plat dengan harga jual mulai dari Rp 15.000 hingga Rp 20.000 per peci. “Kami di sini hanya memproduksi, yang memasarkan pihak kedua,” kata dia.
Kini, beberapa pegawai yang telah mahir membuat peci, belakangan membuka usaha sendiri. Ada yang untuk dijual ke pasar-pasar maupun toko-toko besar, “Setelah mahir ada yang mendirikan usaha sendiri,” ungkapnya.
Advertisement