Liputan6.com, Malang - Dalam kampanye hari ini, calon wakil presiden Jusuf Kalla bertemu ribuan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang siap berangkat ke luar negeri. Terhitung 2.000-an TKI yang bertemu JK di Malang, Jawa Timur. Para TKI itu akan berangkat ke Taiwan dan Hong Kong.
Kepada mereka, JK mengatakan dia dan calon presiden Joko Widodo bisa mengurangi arus pengiriman TKI ke luar negeri, asalkan ekonomi Indonesia harus lebih baik dengan industri yang lebih lebar lapangan pekerjaannya.
"Untuk itu, yang dipaling dibutuhkan listrik yang mencukupi, pengusaha yang baik dan pekerja yang baik," papar JK tentang kunci memperbaiki industri dalam negeri untuk mengurangi pengiriman TKI.
Jokowi dan JK, ujar dia, bisa membuktikannya karena keduanya telah sama-sama membuktikan mampu mengarahkan ekonomi pada perbaikan-perbaikan. JK telah melakukannya saat menjabat wakil presiden pada 2005-2009.
"Dengan ekonomi dalam negeri yang baik, kalian bisa bekerja dekat dengan keluarga dan anak, kita tidak ingin suami istri berpisah jauh," kata JK yang kontan disambut riuh tepuk tangan para TKI.
JK meyakinkan, dia bersama Jokowi bisa memperbaiki ekonomi negara ke arah yang lebih baik dalam 2-3 tahun. Pada kesempatan ini, JK juga mengungkapkan, kalaupun Indonesia akan mengirimkan TKI, tujuannya hanya ke negara yang memberikan perlakukan dan layanan yang baik.
Para TKI yang berangkat juga memiliki ketrampilan, sehingga tak ada lagi berita-berita buruk tentang TKI. Kepada para TKI, JK berpesan agar ketika di luar negeri, TKI tidak hanya bekerja, tapi juga belajar.
"Ke luar negeri itu bukan hanya untuk bekerja, tapi juga untuk belajar dan belajar. Anda kerja, belajarlah mengapa Taiwan, Hongkong, dan Korea maju cepat, jadi belajar bagaimana pengetahuannya, bagaimana disiplinnya, bagaimana kejujurannya," tutur JK.
Terkait aturan pengambilan sidik jari TKI yang harus dilakukan di Jakarta, yang ditanyakan oleh seorang pembina Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (APJATI) William, JK memastikan, jika terpilih akan menerapkan sistem jemput bola seperti yang sudah berlaku dalam haji. "Nanti pihak konsulat yang akan ke daerah-daerah untuk sidik jari," ujarnya.
Dalam kesempatan itu, seorang aktivis APJATI menyampaikan ucapan terima kasih pada JK yang dianggapnya berjasa dalam membuka kerjasama ketenagakerjaan antara Indonesia dan Taiwan, sehingga TKI di negeri itu mendapat layanan dan perlakuaan yang baik. (Mut)
Advertisement