Citizen6, Jakarta Pulau Bali memang dikenal sebagai salah satu pulau wisata terbaik di dunia. Berbagai penghargaan diperoleh Pulau Bali sebagai pulau terbaik dan tempat paling favorit untuk melancong di seluruh dunia. Pulau ini menjadi "The Best Exotic Destination". Karena itu berbagai tempat yang indah di Bali dikembangkan menjadi tempat wisata. Salah satu area wisata baru yang kini mulai banyak dikenal adalah pesona keindahan Pulau Nusa Lembongan.
Pulau Lembongan yang dalam bahasa Bali disebut Nusa Lembongan merupakan sebuah pulau kecil yang berada di sebelah barat laut Nusa Penida serta berada di Selat Badung. Nusa Lembongan yang memiliki panjang pantai 4,6 km ini berada kira-kira 11 km di sebelah tenggara Bali.
Meski hanya sebuah pulau kecil, Nusa Lembongan menyuguhkan banyak sekali keindahan dan tempat-tempat rekreasi yang masih jarang dikunjungi wisatawan lokal. Pantai berpasir putih dengan laut yang jernih dan berbagai jenis ikan warna-warni serta berbagai jenis terumbu karang beraneka warna siap menyambut para wisatawan saat berkunjung ke Nusa Lembongan. Hal ini menjadi daya tarik tersendiri karena pantai-pantai yang ada masih sangat bersih dan terjaga.
Akses untuk menuju Nusa Lembongan terbilang mudah. Para wisatawan hanya perlu menyebrang menggunakan kapal dari Pelabuhan Sanur dan dapat memilih akan menepi di Mushroom Bay atau Jungut Batu.
Advertisement
Sudah banyak jasa-jasa penyebrangan menggunakan kapal lengkap dengan penjemputan di hotel. Ada dua alternatif penyebrangan yaitu menggunakan kapal lambat dan bisa menggunakan kapal cepat.
Untuk kapal lambat, perjalanan diperkirakan memakan waktu 1,5 jam dengan biaya sekitar Rp 60.000 . Sementara untuk kapal cepat hanya memerlukan waktu 45 menit untuk sampai di Nusa Lembongan dengan biaya Rp 100.000
Sesampainya di Lembongan, wisawatan dapat menjelajahi pulau tersebut dengan motor ataupun mobil. Biasanya harga sewa motor untuk seharian penuh berkisar antara Rp 80.000-Rp 100.000. Dan harga sewa mobil untuk satu kali perjalanan Rp 150.000.
Kondisi lingkungan yang masih asri serta dilengkapi beberapa fasilitas, siap memanjakan wisatawan untuk menikmati keasrian pulau ini. Ada beberapa titik lokasi umum yang bisa dikunjungi di Nusa Lembongan, seperti perkampungan penduduk dan pasar kerajinan.
Ada juga beberapa resort yang tersedia di Nusa Lembongan. Di sini juga terdapat sebuah perkampungan tempat pembudidayaan rumput laut. Hal ini dikarenakan sebagian besar penduduk di Nusa Lembongan adalah petani rumput laut. Jadi sewaktu kita mengunjungi Pulau Nusa Lembongan, wisatawan akan melihat banyak sekali rumput laut yang sedang dijemur. Selain itu, pulau yang dihuni sekitar 4.000 jiwa ini, memilik objek wisata yang terkenal yaitu “Blue Lagoon Cliff Jump” dan goa gala-gala yang tersembunyi.
Blue Lagoon Cliff memberikan kesempatan bagi para wisatawan penantang maut untuk terjun bebas dari sebuah tebing tinggi menuju laut bebas. Ketinggiannya sendiri terbagi menjadi 2 yaitu bisa terjun dari ketinggian 13 meter dan 8 meter. Di sini wisatawan bisa merasakan bagaimana mendebarkannya berhadapan langsung dengan laut yang berdebur kencang dari atas tebing tinggi.
Sensasi menyongsong langsung laut biru sejernih batu safir membuat wisatawan ingin mencobanya. Hanya dengan biaya Rp 50.000,- para wisatawan sudah bisa melakukan lompatan dari atas tebing sebanyak 2 kali. Sebaiknya ke Blue Lagoon Cliff saat pagi hari, karena semakin siang ombak akan semakin besar.
Objek wisata lainnya adalah Goa Gala-Gala. Goa ini adalah gua bawah tanah yang dibuat oleh seorang lelaki bernama Made Byasa. Menurut cerita penduduk setempat, Made Byasa membuat gua bawah tanah tersebut dari usia 75 tahun seorang diri tanpa bantuan orang lain dan berhenti menggali di usia 90 tahun.
Di dalam gua tersebut dibuat ruang-ruang khusus untuk bersemedi, mandi, tidur, dan bahkan untuk memasak. Dia juga melengkapi gua itu dengan ruang tamu dan tempat duduknya. Menurut cerita yang ada, Made Byasa membuat gua itu karena terinspirasi cerita Pandawa saat diisolasi.
Pintu masuk ke Goa Gala cukup sempit dan harus turun ke bawah tanah dengan anak tangga sedalam kurang lebih 2 meter. Di dalam Goa Gala wisatawan dapat menyusuri rumah bawah tanah ini dalam lorong yang cukup gelap. Namun di beberapa sudut gua ini telah dipasang lampu penerang sehingga wisatawan dapat melihat ke berbagai ruangan yang terdapat di dalam Goa Gala. Penduduk sekita juga bercerita bahwa Goa Gala-gala dibuat menggunakaan banyak kotoran sapi. Kotoran sapi itu dibakar untuk memanaskan batu kapur dengan tujuan agar batu kapur mudah dipahat dan dibentuk.
Penulis:
Venesia Nathalia
Disclaimer:
Citizen6 adalah media publik untuk warga. Artikel di Citizen6 merupakan opini pribadi dan tidak boleh menyinggung SARA. Isi artikel menjadi tanggung jawab si penulisnya.
Anda juga bisa mengirimkan link postingan terbaru blog Anda atau artikel disertai foto seputar kegiatan komunitas, kesehatan, keuangan, wisata, kuliner, gaya hidup, sosial media, dan lainnya ke Citizen6@liputan6.com