Liputan6.com, Jakarta - Legenda Uruguay Gustavo Poyet mengingatkan kepada Tim Nasional Inggris akan taktik `kotor` negaranya. Menurutnya, Luis Suarez Cs akan menggunakan segala cara untuk dapat memenangkan suatu pertandingan, termasuk melawan Inggris di Piala Dunia.
Inggris memang akan berhadapan dengan Uruguay dalam penyisihan Grup D Piala Dunia. Laga Suarez cs vs Gerrard cs akan digelar di Sao Paolo pada 19 Juni 2014 waktu Brasil.
Poyet, yang sudah cukup lama tinggal di Inggris, menyatakan negaranya memiliki taktik bertanding yang dinamakan ‘garra charrua’, sebuah konsep bertanding `menghalalkan` segala cara agar dapat menang.
"Kami akan melakukan apapun asal bisa menghentikan anda untuk memenangi pertandingan. Kami akan lakukan itu dan kami bangga akan hal itu," kata Poyet seperti dikutip dari dailymail.
"Kami tidak akan menerima kenyataan tim anda lebih baik dari kami dan saya tidak akan terima kenyataan anda lebih baik dari saya."
"Jika saya melakukan handball di garis gawang, maka anda menganggap itu curang. Tapi bagi kami itu bukan kecurangan. Itu bagian dari pertandingan," kata Poyet.
"Jika saya adalah orang terakhir dan saya tarik kostum anda sampai terjatuh lalu saya diusir wasit, apakah itu curang? Tidak, itu bukan kecurangan."
Tragedi Ghana
Tim terakhir yang tersingkir dari Piala Dunia akibat `taktik kotor` Uruguay ini adalah Ghana. Tentu Anda masih ingat peristiwa saat Uruguay bertemu Ghana di babak perempatfinal Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan.
Saat itu kedua tim berbagi angka 1-1. Pada menit-menit akhir pertandingan, Ghana berkesempatan menyingkirkan Uruguay saat Dominic Adiyah menyundul bola ke gawang Uruguay yang kosong.
Namun, tiba-tiba striker Uruguay Luis Suarez menjadi `pahlawan` negaranya. Striker yang kini membela Liverpool itu tiba-tiba menjadi kiper dadakan negaranya. Dia berhasil menghalau bola yang sudah 99 persen gol itu dengan tangannya. Bola pun gagal masuk.
Wasit asal Portugal, Olegario Benquerenca, pun langsung menunjuk titik penalti sebagai hukuman atas handball yang dilakukan Suarez. Suarez pun saat itu juga langsung diberi kartu merah dan langsung diusir keluar lapangan.
Namun, sayangnya Ghana gagal memanfaatkan hukuman penalti itu. Asamoah Gyan yang dipercaya mengeksekusi penalti gagal memasukkan bola ke gawang. Tendangannya hanya menerpa tiang.
Pertandingan pun berakhir dengan kedudukan 1-1 hingga babak tambahan selesai. Laga pun harus dilanjutkan dengan adu penalti. Saat adu penalti, Ghana kembali sial. Dua pemain mereka gagal mengeksekusi penalti.
Uruguay pun akhirnya memenangi pertandingan dengan skor 4-2. Suarez cs pun saat itu berhak mendapatkan tiket semifinal Piala Dunia Afrika Selatan.
Advertisement