Liputan6.com, Kupang - Cerita tentang Nusa Tenggara Timur, tak cuma alat musik Sasando. Beragam karya kreatif juga begitu beragam, khususnya tenun ikat yang memang telah populer ke berbagai negara.
Seperti ditayangkan Liputan 6 Pagi SCTV, Sabtu (31/5/2014), Kupang, begitu panjang jejak sejarah ibukota Provinsi Nusa Tenggara Timur ini. Berasal dari nama seorang raja, dialah Lai Kopan, raja yang memerintah Kupang jauh sebelum Portugis tiba di timur tanah air. Kupang pun perlahan menjelma menjadi kota terbesar di pesisir teluk Kupang, bagian barat Pulau Timor.
Lebih dari sekadar taman kota, di taman nostalgia tergantung gong kebanggaan masyarakat Kupang, yakni Gong Perdamaian Nusantara. Gong raksasa berusia 450 tahun ini bermakna keseimbangan kehidupan, juga sumber pendapatan sepanjang masa bagi daerah.
Diselimuti luas padang savana, sekilas Kupang lekat dengan citra kering nan gersang. Padahal kekayaan Kupang tak melulu mengenai sasando. Sebagai daerah penghasil kekayaan laut, jangan heran karena cukup mudah menjumpai ikan segar berukuran besar dengan harga relatif murah.
Keluar dari Kupang, menuju Pulau Rote, pulau paling selatan di negeri ini. Dengan menumpang kapal feri yang beroperasi sekali sehari di pukul 09.00 WIT tentu lebih mengundang sensasi.
Di Pulau Rote, kita bisa melihat pembuatan topi khas pulau ini, yakni tilangga. Pembuatan topi ini diawali dengan merendam daun lontar seharian menggunakan cairan kimia. Setelah dikeringkan, daun-daun tersebut pun dipotong memanjang. Bagi lelaki Rote, tilangga lebih dari sekadar penutup kepala dan juga simbol kegagahan. Tak seperti Desa Tuanatuk, yang kondang dengan lontar, di Kampung Ndao, juga populer sebagai kampung tenun.
Ciri khasnya hitam, sebab pada mulanya digunakan untuk membungkus jenazah. Uniknya, setiap keluarga memiliki motif tenun yang khas untuk membedakan jenazah yang merupakan anggota keluarganya.
Tak hanya kaya budaya, Rote juga punya wisata lokal bertaraf internasional. Jauh dari keramaian kota, ada pantai yang menawarkan keindahan dan sulit untuk dilupakan. (Riz)
Advertisement