Liputan6.com, Jakarta - Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Network merilis hasil risetnya terkait Pilpres 2014. Pasangan capres-cawapres Jokowi-JK lebih disukai masyarakat dibanding Prabowo-Hatta.
Dalam survei yang dilakukan sejak 1 hingga 9 Mei 2014 yang melibatkan 2.400 responden yang tersebar di 33 Provinsi itu, Jokowi-JK disukai sebesar 35,42%. Sedangkan Prabowo-Hatta hanya 22,75%. Dan sebanyak 42,8% belum menyatakan pilihannya.
Namun, menurut peneliti LSI Network Ade Mulyana, semua itu masih bisa berubah, karena setiap tim pemenangan terus bergerak dalam menggaet pemilih. "Semua masih bisa berubah. Masih ada 40 hari lagi," ujarnya di kantor LSI, Jalan Pemuda, Jakarta Timur, Jumat (30/5/2014).
Survei tersebut menggunakan metode wawancara dengan margin of error plus minus 2%.
Meski Jokowi-JK lebih disukai, sambungnya, Prabowo Subianto-Hatta Rajasa unggul dari mesin politik yang berada di belakangnya. Prabowo-Hatta diuntungkan dengan koalisi gemuk yang dimilikinya, yakni Gerindra, Golkar, PAN, PBB, PKS, dan PPP. Sementara pasangan Jokowi-JK hanya didukung 5 partai, yakni PDIP, PKB, Hanura, Nasdem, dan PKPI.
"Prabowo-Hatta diuntungkan oleh lebih banyak dan lebih besar mesin partai politik. Total prosentasi suara partai dibelakang mereka itu 48,93%. Sementara koalisi partai Jokowi-JK hanya 38,97%," kata Ade.
Keuntungan lain yang dimiliki Prabowo-Hatta, lanjut dia, dari media televisi yang mendukung kampanyenya. "Karena Harry Tanoe pemilik MNC Group mendukung Prabowo-Hatta. Ini tidak bisa dipungkiri akan menambah dukungan RCTI, MNC, Global TV. Sedang Ical punya TV One serta ANTV. Sedangkan Jokowi-JK praktis hanya didukung oleh Metro TV."
Ade melanjutkan, bila melihat dari dana yang dimiliki setiap partai pendukung dalam pemilihan legislatif 9 April 2014 lalu, koalisi gemuk milik Prabowo memiliki total anggaran Rp 900 Miliar. Sedangan koalsii ramping Jokowi hanya Rp 700 Miliar.
"Belum diketahui berapa dana yang akan masing-masing pasangan habiskan pasangan dalam Pilpres. Tapi jika berkaca pada Pileg, kemampuan dana koalisi partai dibelakang Prabowo-Hatta lebih besar, mencapai Rp 900 Miliar," beber Ade.
Advertisement