BBM Subsidi Tak Dijual di Akhir Pekan, RI Hemat Rp 1,4 Triliun

Rakyat Indonesia menggunakan BBM subsidi sekitar 130 ribu kiloliter dalam sehari.

oleh Nurseffi Dwi WahyuniDiterbitkan 23 Mei 2014, 06:31 WIB
Masyarakat mulai memenuhi SPBU. (Liputan6.com/Andrian M Tunay)

Liputan6.com, Jakarta - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) memperkirakan adanya penghematan sekitar Rp 1,4 triliun jika bahan bakar minyak (BBM) subsidi tak dijual pada hari Sabtu dan Minggu.

Anggota Komite BPH Migas Ibrahim Hasyim menyebutkan, konsumsi BBM subsidi dalam sehari sekitar 130 ribu kiloliter (kl).  Jika tidak dijual pada akhir pekan, maka akan ada  260 ribu kl BBM subsidi yang dihemat.

"Kalau berandai-andai kebijakan ini dilaksanakan, dana subsidi bisa dihemat Rp 700 miliar per hari. Kalau dua hari bisa Rp 1,4 triliun," ungkapnya saat dihubungi Liputan6.com seperti ditulis Jumat (23/5/2014).

Penghematan Rp 1,4 triliun itu dengan catatan kebijakan ini diterapkan secara serentak di seluruh Indonesia. Namun jika ada pengecualian maka angka penghematan bisa berkurang.

"Misalnya untuk angkutan umum diperbolehkan pakai itu minimal hemat Rp 500 miliar. Kalau dalam satu tahun ada 54-55 minggu, coba dikalikan saja berapa triliun yang bisa dihemat," tuturnya.

Ibrahim menuturkan, penghematan ini sangat berguna untuk menekan pembengkakkan subsidi BBM akibat adanya pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Dia menuturkan ide yang dilontarkan Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik ini memang sudah pernah dibicarakan bersama BPH Migas.

"Kebijakan itu sudah dibicarakan dan sedang dikaji," ungkap dia. (Ndw)

 Baca juga:

ESDM Masih Pikir-pikir Stop Pasokan BBM Saat Hari Libur

BBM Subsidi Tak Dijual saat Libur, Pengusaha: Apa Kabar RFID?

Jero Wacik Usul SPBU Tak Jual BBM Subsidi di Hari Libur

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya