Utang Luar Negeri Indonesia Capai Rp 3.138,55 Triliun

Peningkatan pertumbuhan utang luar negeri swasta didorong beberapa sektor utama yakni sektor industri pengolahan dan sektor keuangan.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 20 Mei 2014, 11:08 WIB
Ilustrasi Bank Indonesia (Liputan6.com/Johan Fatzry)

Liputan6.com, Jakarta Bank Indonesia (BI) mencatat Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia terus mengalami peningkatan. Utang Luar Negeri pada Maret 2014 tercatat sebesar US$ 276,5 miliar atau senilai Rp 3.138,55 Triliun (estimasi kurs Rp 11.351 per dolar AS), tumbuh 8,7% dibandingkan dengan posisi Maret 2013.

Dalam laman BI, posisi ULN pada Maret 2014 terdiri dari ULN sektor publik atau utang yang dilakukan oleh pemerintah dan Bank Indonesia sebesar US$ 130,5 miliar dan ULN sektor swasta US$ 146,0 miliar.

Peningkatan pertumbuhan ULN pada Maret 2014 ini lebih didorong oleh peningkatan posisi ULN sektor swasta. Posisi ULN sektor swasta tumbuh 12,2% (year on year/yoy). Sementara itu, ULN pemerintah dan BI hanya tumbuh sebesar 5,1% (yoy).

"Peningkatan pertumbuhan utang luar negeri swasta pada Maret 2014 tidak terlepas dari perkembangan di beberapa sektor utama yakni sektor industri pengolahan dan sektor keuangan," tulis BI, Selasa (20/5/2014).

Pertumbuhan utang luar negeri sektor industri pengolahan tercatat sebesar 8,5% (yoy). Sedangkan pertumbuhan ULN sektor keuangan sebesar 14% (yoy).

BI memandang meskipun terus mengalami peningkatan, utang luar negeri sektor pemerintah dan BI serta swasta tersebut masih cukup sehat untuk menopang ketahanan sektor eksternal.

Meskipun demikian, ke depan, bank sentral tetap mencermati dan memantau perkembangannya, khususnya untuk utang swasta.

BI melihat utang swasta ini tidak menjadi masalah asalkan bisa berperan secara optimal dalam mendukung pembiayaan pembangunan tanpa menimbulkan risiko stabilitas makroekonomi. (Gdn/Nrm)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya