Pemilu Bikin Industri Manufaktur Mikro Sumringah

Pertumbuhan produksi industri manufaktur mikro dan kecil menguat 4,41% sepanjang kuartal I 2014.

oleh Fiki AriyantiDiterbitkan 02 Mei 2014, 16:09 WIB
Tekstil (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan pertumbuhan produksi industri manufaktur mikro dan kecil mengalami kenaikan 4,41% sepanjang kuartal I 2014, dibanding periode sama di 2013 karena momen pemilihan umum (pemilu). Sementara industri manufaktur skala besar dan sedang justru semakin tergerus.

Kepala BPS Suryamin menyebutkan, pertumbuhan produksi tahunan itu menunjukkan peningkatan industri dari 113,83% menjadi 118,85%. Sedangkan dibanding kuartal IV 2013, terjadi pertumbuhan 0,99% dari sebelumnya 117,68%.

"Industri manufaktur mikro dan kecil di kuartal I ini yang naik signifikan, antara lain industri pengolahan lain (perhiasan, mainan anak, permata) sebesar 18,71%, percetakan dan reproduksi media rekaman 11,29%, makanan naik 8,66%, barang logam 3,79%, pakaian jadi 3,30%, peralatan listrik 3,01% serta industri kulit, barang dari kulit serta alas kaki 2,72%," ujarnya di Jakarta, Jumat (2/5/2014).

Lebih jauh Suryamin menjelaskan, industri percetakan tercatat meningkat karena tingginya permintaan untuk kegiatan kampanye menjelang pemilu baik kepala daerah maupun calon legislatif. Peningkatan permintaan datang dari cetak brosur, leaflet. Juga termasuk industri makanan jadi yang mendulang untung dari momen tersebut.

Sedangkan jenis industri manufaktur mikro dan kecil yang mengalami penurunan, tambah dia, yakni tembakau 30,05%, industri mesin dan perlengkapan yang lain 16,22%, kertas dan barang dari kertas 6,12%, industri farmasi, obat dan obat tradisional 5,99%.

Adapula industri barang galian bukan logam turun 4,38%, komputer, barang elektronik dan optik 3,76%, industri minuman 3,64%, alat angkutan lain turun 2,85% serta industri jasa reparasi dan pemasangan mesin serta peralatan 2,48%.

Di sisi lain, Suryamin mengaku, industri manufaktur skala besar dan sedang dengan jumlah tenaga kerja 20 orang atau lebih justru susut di kuartal I ini sebesar 0,02% dibanding kuartal IV 2013. Namun tercatat naik 3,76% dibanding tiga bulan pertama tahun lalu.

"Penurunan lebih dari 2% terjadi di industri jasa reparasi dan pemasangan mesin serta peralatan 9,10%, kulit, barang dari kulit dan alas kaki 8,50%, tekstil 6,61%, minuman 6,41%, barang logam 5,17%, makanan 5,06%, barang galian bukan logam 3,80%, alat angkutan lain 3,24% serta percetakan dan reproduksi media rekaman 2,47%," tuturnya.

Sedangkan yang mengalami kenaikan produksi, terdiri dari industri kertas dan barang dari kertas naik 6,60%, mesin dan perlengkapan 6,43%, bahan kimia dan barang dari bahan kimia naik 4,9%, industri farmasi, produk obat kimia dan tradisional 4,71%, karet, barang dari karet dan plastik 4,19%, serta industri kayu 4,03%. (Fik/Ndw)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya