Impor Anak Ayam Diatur agar Harga Tak Melonjak saat Lebaran

Kemendag mengeluarkan aturan terkait suplai bibit ayam atau day old chicken (DOC) dan impor bibit indukan ayam atau grand parent stock

oleh Fiki AriyantiDiterbitkan 25 April 2014, 16:20 WIB
Kerja sama ini akan melibatkan PD Pasar Jaya dengan Badan Usaha Milik Daerah Pemerintah Provinsi Lampung (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengeluarkan aturan terkait suplai bibit ayam atau day old chicken (DOC) dan impor bibit indukan ayam atau grand parent stock (GPS). Hal ini ditujukan untuk menstabilkan harga ayam ditingkat peternakan dan konsumen.

"Itu sudah berjalan ada kesepakatan, bukan hanya ketentuan pemerintah tetapi juga dengan pelaku usaha, yaitu harga DOC akan ditentukan Rp 3.200 dan pasokan DOC akan dikendalikan sebesar 15% per minggu (pengurangan suplai DOC)," ujarnya di Kantor Kemendag, Jakarta Pusat, Jumat (25/4/2014).

Sebagai langkah pengawasan, Kemendag mengirimkan tim untuk meninjau berjalannya aturan tersebut. "Mereka melakukan pengurangan, kita pastikan dengan mengirim tim ke Bandung dan Surabaya (peternakan) supaya mereka mengikuti. Itu pada Rabu dan Sabtu," lanjutnya.

Dampak dari adanya pengendalian ini, menurut Bayu akan terjadi kenaikan harga pada daging dan telur ayam sebesar 1,5%. Namun hal tersebut akan sangat bermanfaat agar tidak terjadi lonjakan harga menjelang Ramadhan dan lebaran.

"Kalau terjadi kenaikan harga yang wajar bagi peternak, maka tidak perlu menaikan harga pada saat lebaran, jadi inflasi lebih bisa terkendali, karena selama ini peternak ini mengambil untung secara tidak sehat," katanya.

Sebelumnya Bayu menjelaskan langkah tersebut dilakukan penyelamatan peternakan rakyat yang dalam 2-3 tahun terakhir berada dalam posisi sulit.

"Mereka biasanya rugi 7 bulan, untung 5 bulan, kita ingin sekarang tidak terlalu besar ruginya sehingga tidak harus menaikan harga terlalu tinggi pada saat musim permintaan seperti saat Ramadhan atau Lebaran. Karena mereka rugi maka mereka mengkompensasinya dengan harga yang tinggi," tandas dia.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya