Garuda Isyaratkan Masih Merugi di Kuartal I 2014

PT Garuda Indonesia Airlines (Persero) mengaku masih berat dalam menjalani bisnisnya di kuartal I tahun 2014.

oleh Ilyas Istianur PradityaDiterbitkan 24 April 2014, 15:21 WIB
Foto: dok. Garuda Indonesia

Liputan6.com, Jakarta - PT Garuda Indonesia Airlines (Persero) mengaku masih berat dalam menjalani bisnisnya di kuartal I tahun 2014.

Direktur Utama Garuda, Emirsyah Satar mengaku tekanan terjadi lebih diakibatkan masih belum pulihnya depresiasi nilai tukar mata uang rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.

"Kuartal satu masih agak cukup berat, rencana minggu depan akan kita launch (laporan keuangan), utamanya masih karena depresiasi terhadap dolar itu masih berat," ungkap Emir saat ditemui di kantor Garuda Maintenance Fasilities, Cengkareng, Banten, Kamis (24/4/2014).

Sebenarnya para pengusaha maskapai penerbangan sudah mengusulkan kepada Kementerian Perhubungan untuk menaikkan tarif batas atas dari pertengahan tahun 2013, namun hal itu baru direspon dan disetujui pada 1 Maret 2014.

Meski respons Kemnhub bukan menaikkan tarif namun hanya mengenakan biaya tambahan (surcharge) dalam setiap jam penerbangan hal itu dianggap Emir sudah terlambat, sehingga belum menutup kerugian yang sebelumnya dialami.

Sementara tekanan bisnis selain depresiasi rupiah juga diakibatkan masih rendahnya tingkat bepergian masyarakat Indonesia di awal tahun dan juga ditambah pengaruh dari penyelenggaraan pemilu.

"Lalu juga kita perhatikan tingkat perjalanan mendekati pemilu itu agak rendah rupanya, karena memang orang pada mau milih, tapi memang awal tahun itu perjalanan rendah," kata Emir.

Masih melemahnya tingkat perjalanan di awal tahun itu, namun dikatakan Emir akan ditutup dari pendapatan yang ia peroleh di kuartal 3 dan kuartal 4. Di dua kuartal tersebut dijelasakan Emir biasanya tingkat perjalanan masyarakat Indonesia akan meningkat.

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya