Dedi Fadim: Kita Bisa Menjadi Superhero

Membangun dan mengelola komunitas tentu tidak mudah.

oleh Karmin WinartaDiterbitkan 15 April 2014, 14:38 WIB
Membangun dan mengelola komunitas tentu tidak mudah.

Liputan6.com, Jakarta Membangun dan mengelola komunitas tentu tidak mudah. Dedi Fadim, Founder Komunitas Marvel Indonesia telah mengalami banyak tantangan dan juga tentu saja kegembiraan.  Saat ini komunitas Marvel Indonesia telah ada di beberapa kota.
Bagaimana ayah dua anak ini memgembangkan komunitas super hero ini. Melalui email dia bercerita kepada Citizen6. Berikut petikannya:

Bagaimana awalnya membangun komunitas ini?

“Kami ingin para kolektor yang sudah senang dengan dunianya sendiri mau coba berbaur dan share pengalaman mereka dengan kita semua agar semua bisa merasakan betapa asiknya dunia Marvel itu sendiri secara keseluruhan.

Namun tentu banyak hambatan dan kesulitan di mana pada tahun berikutnya 2010 kami berenam tenggelam dengan kesibukan kerja masing- masing, termasuk saya waktu itu beberapa teman sudah mengalami kejenuhan karena kami semua merasa STUCK, mau di bawa kemana arah komunitas ini, apa kami hanya menjadi komunitas yang having fun saja?

Komunitas selalu dianggap orang awam adalah sesuatu yang buang-buang waktu, komunitas yang kekanak-kanakan. Akhirnya beberapa dari pendiri  komunitas ini pergi satu persatu,  menyisakan 3 orang saja.

Namun memang kalau sesuatu diawali dengan niat dan tujuan pasti ada jalannya. Tak disangka selama saya meninggalkan komunitas tersebut selama 2010,  ada 1 founder yang ternyata terus seorang diri di tengah kesibukannya menjaga komunitas yang sudah kita rintis dari awal.

Dia terus berbagi informasi tanpa seorang pun member aktif memberi komentar. Akhirnya pada saat saya sudah senggang saya melihat perjuangannya dan merasa saya kalah, founder itu hanya penggila komik tidak yang lain, namun  dia lebih gigih mempertahankan idealisme kami berenam. Akhirnya kami meneruskan visi dan mulai membangun dari awal, memperbaiki apa yang salah, mencoba gerilya ke komunitas yang bagus demi mendapatkan cara yang lebih baik lagi untuk membangun komunitas ini.

Akhir tahun 2010 diawali pergerakan MARVEL di dunia film dengan mulai memproduseri film blocbusternya sendiri, seperti HULK di tahun 2008 (ini pun masi bekerja sama belum sepenuhnya sendiri), dan puncaknya IRON MAN menjadi penentu komunitas kami semakin berkembang, kami bisa membuat 3 tim, satu di JABODETABEK, satu di Bandung, dan di Surabaya.
Kegiatan awal kami hanya terlibat di event-event skala kecil, dan juga mengadakan nonton bareng film marvel. Kami juga ada gathering setiap bulannya di tiap kota.

Puncaknya Komunitas kami mulai di kenal berbagai kalangan adalah pemutaran MARVEL AVENGERS, itu juga merupakan puncak nobar kami karena pengikutnya melebihi apa yang sudah sebelumnya terjadi, sangat membludak dan saat itu kami mulai di ajak talkshow, interview dengan berbagai media, dari media koran, majalah, dan juga dengan senang sekali diliput secara langsung oleh televisi.

Foto dok. Liputan6.com

Untuk menjadi member komunitas ini, apa syaratnya?

 Syaratnya gampang, menunjukan niat sama seperti kita, semangat untuk berusaha berbuat lebih dan aktif tanpa berlebihan di komunitas ini, dan harus cinta marvel dan mau terus belajar. Kita saat ini sudah ada 4 kota, Jabotabek, Bandung, Surabaya dan Bali. Kedepanya kami ingin mendirikan di kota lain seperti Semarang, Jogja, Makasar, Medan dan Palembang, namun semua ini masi on progress karena kami tidak mau sembarangan mendirikan tanpa di pimpin orang yang tepat.

Apa asyiknya bergabung di komunitas ini?

Asiknya bergabung di Komunitas Marvel adalah banyak sekali pengalaman hidup yang bisa kamu lihat dan dapat dengan bergabung disini, selain belajar pengetahuan apapun tentang MARVEL, disini kita bisa belajar bagaimana bersosialisasi, menerapkan apa yang MARVEL tunjukan di dalam kehidupan sehari-hari, belajar berorganisasi, belajar bagaimana merubah kelemahan menjadi kekuatan (negatif to positif).

Apa kegiatannya selama ini?

Kegiatan kita selama ini paling banyak dominan adalah gathering setiap kota, jadi setiap kota ada kegiatan sendiri - sendiri, selain itu ada nonton bareng film block buster MARVEL, nonton bareng berbagai seri tv dan juga animasi MARVEL, mensupport berbagai perusahaan sponsor yang membutuhkan pengetahuan kita, contohnya yang sudah pernah kita bekerja sama dengan para brand. 

Apa makna komunitas ini bagi Anda?

Khususnya MARVEL, mereka bisa mengajarkan kepada kita bahwa mereka bukan selalu menjadi super di mata orang, mereka sama dengan kita, bisa cape bisa stress bisa jenuh bisa berubah dari baik menjadi jahat atau sebaliknya karena perbedaan keinginan dan pendapat.

Mereka bisa terpuruk dan bangkit dari kegagalan, semuanya sama dengan kehidupan kita, bahkan saya. Meski saya tidak punya kekuatan super seperti mereka, saya bisa mencoba menjadi superhero di dalam hal lain, superhero di pekerjaan saya tanpa pamrih, superhero di keluarga saya dan supehero di antara teman-teman saya

Rencana selanjutnya?

Rencana ke depan kami ingin membuat Komunitas ini menjadi lebih berarti dan menjadi suatu Industri, baik itu industri bisnis atau non bisnis, ingin mengadakan acara khusus oleh kita sendiri, apapun tentang MARVEL akan di tampilkan di sana, dan juga menyiapkan alih generasi oleh SDM yang terpilih. Kami juga ingin di akui oleh orang awam bahwa wakil MARVEL di indonesia adalah kami ke depannya. (kw)

Sebelumnya:

Dedi Fadim, Founder Komunitas Marvel Indonesia (1): Menjadikan Hobi Sebagai Bisnis

Disclaimer:

Citizen6 adalah media publik untuk warga. Artikel di Citizen6 merupakan opini pribadi dan tidak boleh menyinggung SARA. Isi artikel menjadi tanggung jawab si penulisnya.

Anda juga bisa mengirimkan link postingan terbaru blog Anda atau artikel disertai foto seputar kegiatan komunitas, kesehatan, keuangan, wisata, kuliner, gaya hidup, sosial media, dan lainnya ke Citizen6@liputan6.com  

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya