Konsumsi Listrik Indonesia Timur Tumbuh Paling Tinggi di RI

Kebutuhan energi listrik nasional pada tahun 2022 akan mencapai 386 terawatthour (TWh), atau tumbuh rata-rata 8,4% per tahun.

oleh Pebrianto Eko Wicaksono diperbarui 14 Apr 2014, 11:05 WIB

Liputan6.com, Jakarta PT PLN (Persero) memperkirakan kebutuhan energi listrik nasional pada 2022 bakal mencapai 386 terawatthour (TWh), atau tumbuh rata-rata 8,4% per tahun.  Dari total pertumbuhan tersebut, wilayah Indonesia Timur menempati urutan teratas.  

Seperti yang dikutip Liputan6.com dari Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN, Senin (14/4/2014), kebutuhan kelistrikan Indonesia Timur akan meningkat dari 18,5 TWh menjadi 46 TWh atau tumbuh rata-rata 11,2% per tahun pada periode 2013 – 2022.

Sedangkan, konsumsi listrik sistem Jawa Bali diperkirakan akan meningkat dari 144 TWh pada  2013 menjadi 275 TWh di tahun 2022, atau tumbuh rata-rata 7,6% per tahun. 

Menyusul, wilayah Sumatera tumbuh dari 26,5 TWh pada tahun 2013 menjadi 65,7 TWh pada tahun 2022 atau tumbuh rata-rata 10,6% per tahun.

Manajer Senior Komunikasi dan Korporat PLN, Bambang Dwiyanto mengatakan, pertumbuhan wilayah Indonesia bagian Timur paling tinggi karena wilayah lain sudah mendapat sambungan listrik terlebih dahulu.

"Di Jawa kecil karena sudah hampir merata 7,5%, di luar Jawa pertumbuhannya bisa 10,15% karena belum bagus kelistrikannya," terangnya.

Direktur Perencanaan dan Afiliasi Anak Perusahaan PLN, Murtaqi Syamsuddin sebelumnya menuturkan, PLN setidaknya perlu membangun pembangkit listrik dengan total kapasitas 5.700 megawatt (MW) per tahun untuk memenuhi pertumbuhan konsumsi listrik di Tanah Air.

Sesuai RUPTL  kebutuhan penambahan pembangkit plus transmisi mencapai US$ 125 miliar dalam 10 tahun ke depan atau US$ 12,5 miliar per tahun.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya