Liputan6.com, Surabaya - Banyaknya tempat prostitusi legal di Surabaya yang hendak ditutup pemerintah kota Surabaya, membuat bisnis esex-esex terselubung bermuncualan di kota Pahlawan tersebut.
Salah satunya di daerah Jl Diponegoro Surabaya. Banyak wanita-wanita penggoda yang menjajakan dirinya di sepanjang jalan utama Surabaya tersebut.
Pantauan Liputan6.com, Minggu (13/4/2014) dini hari, Pekerja Seks Komersial (PSK) terselubung tersebut setiap harinya sering mangkal di daerah tersebut. Mereka kira-kira memperlihatkan dirinya mulai pukul 23.00 WIB hingga 04.00 WIB.
Menurut pemilik warung di pinggir Jl Diponegoro, Saiful (47) mengatakan bahwa para pekerja seks komersial tersebut kira-kira ada 20 orang masih berumur sekitar 30-40 tahunan.
"Ya banyak mas, kira-kira ada 20 wanita yang usianya kira-kira 30 sampai 40 tahunan lah," ungkap Saiful pada Liputan6.com, Minggu (13/4/2014) dini hari.
Saiful menambahkan jika hari biasa, PSK itu muncul lebih banyak jumlahnya daripada hari Sabtu malam Minggu
"Kalau hari Sabtu malam Minggu kayak gini, mereka (PSK) tersebut sedikt yang nampang mas, karena takut dirazia," tambahnya.
Di tempat yang sama, Indra (37) pelanggan tetap PSK didaerah tersebut mengatakan, bahwa hampir 3 kali dalam seminggu, dia menggunakan jasa seks PSK di Jl. Diponegoro.
"Sering mas, apalagi kalau saya lagi banyak uang, dalam satu minggu, saya bisa ngeseks sampai 3 kali mas," ungkap Indra yang mengaku masih bujang.
Sementara itu menurut pengakuan Ayu (35) warga Simo yang bekerja sebagai PSK mengatakan, dirinya baru 6 bulan bekerja sebagai PSK di Jl Diponegoro.
"Saya baru 6 bulan bekerja di sini mas (PSK di Jl Diponegoro), tapi sebelumnya selama 5 tahun saya bekerja sebagai PSK di daerah Jarak. Karena di sana mau ditutup, makanya saya pindah di sini," ungkap Ayu yang sedang memakai pakaian singlet hitam dan celana jeans hijau ketat yang duduk di atas sepeda motor maticnya.
Ayu menambahkan bahwa tarifnya selama sekali kencan berkisar antara Rp 125-150 ribu. "Rp 150 ribu itu plus bayar kamarnya di hotel," tambahnya.
Demi menghidupi anaknya seorang diri, wanita setengah tua itu rela bekerja sebagai PSK dengan harapan anaknya kelak besar nanti bisa sekolah ke jenjang yang lebih tinggi dan bisa bekerja dengan layak.
"Saya bekerja seperti ini demi anak mas. Anak saya ada dua, masih sekolah SD dan SMP. Harapan saya ya anak saya bisa sekolah sampai SMA dan bisa bekerja dengan layak, cukup saya saja mas yang bekerja seperti ini," pungkas Ayu sambil menundukan kepalanya.
Advertisement