Khawatir Ancaman Heartbleed, Pemerintah AS Keluarkan Peringatan

Lembaga keuangan dan perusahaan online lain bisa jadi sasaran empuk atas serangan dari celah Heartbleed.

oleh Denny Mahardy diperbarui 13 Apr 2014, 09:17 WIB
Lembaga keuangan dan perusahaan online lain bisa jadi sasaran empuk atas serangan dari celah Heartbleed.

Liputan6.com, Jakarta Kerentanan di dunia internet yang diakibatkan oleh Heartbleed bug mengancam berbagai pihak di seluruh dunia. Perusahaan online raksasa, perbankan maupun lembaga keuangan yang terhubung dengan internet menjadi pihak yang masuk dalam level paling berbahaya atas kehadiran Heartbleed.

Amerika Serikat merupakan salah satu negara yang sebagian besar masyarakat dan perusahaannya terhubung dengan internet. Sadar akan bahaya yang mengancam banyak lembaga keuangan di wilayahnya, pemerintah Amerika Serikat segera mengeluarkan peringatan secara luas.

Departemen Keamanan Dalam Negeri AS menginstruksikan semua organisasi untuk melaporkan serangan yang berkaitan dengan Heartbleed. Lembaga khawatir hacker berhasil menambahkan kode di OpenSSL yang bisa dimanfaatkan sebagai upaya peretasan. 

Seperti dilansir Reuters, Minggu (13/4/2014), regulator federal AS pun disebutkan telah menyarankan lembaga keuangan untuk segera menambal celah yang mungkin ada di infrastrukturnya. Mereka juga meminta sistem perusahaan kembali diuji untuk memastikan keamanannya.

Celah dari Heartbleed sudah muncul sejak Senin lalu yang memungkinkan hacker mencuri data tanpa jejak. Sampai saat ini dilaporkan belum ada perusahaan yang mengaku menjadi korban akibat kerentanan Heartbleed.

Meski begitu, perusahaan keamanan mengaku melihat para peretas sudah melakukan pemindaian web kepada segelintir target untuk mengetahui jaringan mana saja yang rentan dan bisa dieksploitasi.

Dikutip dari Mashable, kerentanan yang dihasilkan oleh Heartbleed bug merupakan bencana besar terbesar sepanjang internet berlangsung. Siapapun yang menggunakan internet bisa saja menjadi korban dari hacker yang memanfaatkan Heartbleed.

Celah ini disebutkan juga mungkin tersedia di berbagai layanan raksasa internet seperti Facebook, Amazon, Yahoo, Twitter dan lainnya. Namun, beberapa perusahaan besar mengaku telah berhasil menambal celah itu dengan memperbaiki celah keamanan itu.

 

Baca Juga:

`Heartbleed` Jadi Bencana Besar Sepanjang Sejarah Dunia Internet
Yuk, Kenali Ancaman Internet Terbesar `Heartbleed Bug`

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya