Konflik Ukraina Bisa Ganggu Ekonomi Global

Situasi di Ukraina dapat berdampak semakin luas jika tidak cepat-cepat dibenahi.

oleh Siska Amelie F DeilDiterbitkan 04 April 2014, 12:18 WIB
Tentara Rusia menancap bendera di Markas AL Ukraina di Crimea (Reuters/Vasily Fedosenko)

Liputan6.com, Washington Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Christine Lagarde menyatakan situasi di Ukraina dapat berdampak semakin luas jika tidak cepat-cepat dibenahi. Bahkan dirinya khawatir, konflik yang mendera Ukraina dapat berdampak negatif pada perekonomian dunia.

Seperti dikutip dari RT.com, Jumat (4/4/2014), goyahnya ekonomi Ukraina, ditambah dengan ketegangan geopolitik di Crimea serta sanksi-sanksi As bagi Rusia membuat Lagarde cemas akan akibatnya pada ekonomi global.

"Situasis di Ukraina saat ini, jika tidak cepat diperbaiki dapat berdampak lebih luas, bukan hanya secara regional tapi juga mendunia," ungkap Lagarde.

Perekonomian Ukraina diprediksi akan berada di level 3% tahun ini mengingat pertumbuhannya mulai pulih. IMF juga memprediksi inflasi Ukraina meningkat hingga 12% tahun ini.

Padahal pada 2013, pemerintah Ukraina memprediksi pertumbuhan ekonominya mampu menyentuh level 3,4%. Namun sayang, prediksi tersebut meleset dan perekonomian Ukraina berada di level nol.

Lembaga keuangan global yang berbasis di Washington itu sepakat untuk memberikan pinjaman sekitar US$ 14 hingga US$ 18 miliar guna menghindarkan Ukraina dari potensi gagal bayar. Secara keseluruhan, Ukraina akan menerima dana senilai US$ 27 miliar dari berbagai bantuan internasional.

Tak hanya IMF, Bank Dunia juga tengah mempertimbangkan untuk menyediakan dana pinjaman senilai US$ 1 hingga US$ 3 miliar. Kanada, Jepang, dan Polandia juga tengah membahas pengguliran dana bantuan untuk Ukraina.

Sebelum IMF menyatakan akan menggelontorkan dana pinjaman bagi Ukraina, lembaga pemeringkat seperti Standard & Poor mengatakan negara tersebut akan bangkrut di akhir 2014.

IMF juga mengumumkan akan menyiapkan paket reformasi ekonomi yang sebagian mungkin menyakitkan bagi penduduk Ukraina. Salah satu diantaranya adalah pemangkasan subsidi BBM yang membuat harga gas naik hingga lebih dari 50%.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya