Liputan6.com, Makassar: Ribuan ulat bulu membuat panik sekitar 350 keluarga nelayan di Pulau Lae-Lae, Makassar, Sulawesi Selatan, baru-baru ini. Betapa tidak, sebagian besar warga menderita gatal dan sekujur tubuh penuh bentol-bentol merah. Lantaran itulah, aktivitas sebagian besar warga pun terhambat, bahkan banyak nelayan mengurungkan niat untuk melaut.
Sejumlah warga menuturkan, hama ulat itu muncul sejak Agustus silam. Awalnya, binatang penyebab gatal itu menyerang daun tanaman. Lantas, ribuan ulat berkembang biak dengan cepat dan mulai merambat memenuhi dinding rumah. Untuk membasmi ribuan ulat yang menjengkelkan itu, sejumlah warga berinisiatif dengan menebangi pohon dan menyemprotkan cairan antihama. Namun, upaya tersebut tak banyak membuahkan hasil. Bahkan, sejumlah kepala keluarga telah mengungsi ke daerah lain yang dianggap bebas serangan ulat bulu itu.
Sehubungan dengan hal itu, Kepala Dinas Kesehatan Makassar dokter Takdir mengaku heran atas serangan hama tersebut. Pasalnya, ulat bulu itu biasanya menyerang tanaman padi dan sayur mayur di daerah beriklim dingin. Kendati demikian, ia menghimbau Dinas Pertanian Sulsel segera turun tangan. Paling tidak, mengadakan penyemprotan besar-besaran untuk membasmi ulat tersebut.(ANS/Iwan Taruna)
Sejumlah warga menuturkan, hama ulat itu muncul sejak Agustus silam. Awalnya, binatang penyebab gatal itu menyerang daun tanaman. Lantas, ribuan ulat berkembang biak dengan cepat dan mulai merambat memenuhi dinding rumah. Untuk membasmi ribuan ulat yang menjengkelkan itu, sejumlah warga berinisiatif dengan menebangi pohon dan menyemprotkan cairan antihama. Namun, upaya tersebut tak banyak membuahkan hasil. Bahkan, sejumlah kepala keluarga telah mengungsi ke daerah lain yang dianggap bebas serangan ulat bulu itu.
Sehubungan dengan hal itu, Kepala Dinas Kesehatan Makassar dokter Takdir mengaku heran atas serangan hama tersebut. Pasalnya, ulat bulu itu biasanya menyerang tanaman padi dan sayur mayur di daerah beriklim dingin. Kendati demikian, ia menghimbau Dinas Pertanian Sulsel segera turun tangan. Paling tidak, mengadakan penyemprotan besar-besaran untuk membasmi ulat tersebut.(ANS/Iwan Taruna)