Liputan6.com, Yogyakarta - Banyaknya jumlah pemuda di Indonesia menjadi salah satu alasan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri mengusung Joko Widodo alias Jokowi sebagai calon presiden. PDIP membidik suara para pemilih muda untuk memenuhi target 20% suara dalam pemilihan legislatif sehingga bisa mengusung capres tanpa harus berkoalisi dengan partai lain.
"Rakyat menginginkan keadaan republik lebih baik dari masa lalu. Anak muda 60 juta orang. Oleh sebab itulah Jokowi saya calonkan. Untuk itu Anda harus meberi dukungan yang kuat. Mau?" kata Mega dalam orasi politik di Denggung Sleman, Yogyakarta, Selasa (25/03/2014).
Menurut Megawati, banyak pihak yang memberikan ancaman dan gangguan terhadap pencapresan Jokowi. Untuk itu, dia berharap agar rakyat bersatu dan tetap melanjutkan cita-cita Jokowi menjadi presiden. "Sekarang keadaan menjadi berbeda jika kita tidak sampai 20% maka kita tidak bisa mencalonkan presiden dari PDIP," ujar dia.
"Saya sangat membutuhkan bantuan itu. Setelah jadi presiden, masih banyak yang akan menjegal Beliau. Jangan terlena, banyak yang ingin suara PDIP tidak sampai 20%," lanjut Megawati.
Alasan lain Megawati memilih Jokowi sebagai capres adalah Gubernur DKI Jakarta itu ingin mengubah keadaan bangsa Indonesia menjadi lebih baik. Dia kembali menegaskan agar kader dan simpatisannya dapat menggunakan hak pilihnya pada tanggal 9 April dan mencoblos PDIP.
"Saya memilih Jokowi bukan sembarangan. Saya kenal dia ketika masih di Solo. Ia yang belajar ideologi Soekarno ingin mengubah Indonesia. Saya ingin berubah Indonesia Bu. Kata Pak Jokowi. Tapi saya perlu bantuan rakyat untuk mebantu saya. Apa susahnya sih nyoblos PDIP?" papar Megawati. (Raden Trimutia Hatta)
Advertisement