BMW Seri GS Pecahkan Rekor Produksi 500 Ribu Unit

BMW Motorrad, divisi sepeda motor BMW telah memproduksi seri GS sebanyak 500 ribu unit untuk model BMW R1200GS pada pekan ini.

oleh Yongki Sanjaya diperbarui 24 Mar 2014, 11:15 WIB
(Foto:Asphaltandrubber)

Liputan6.com, California - BMW Motorrad, divisi sepeda motor dari BMW telah memproduksi seri GS sebanyak 500 ribu unit untuk model BMW R1200GS pada pekan ini. Pencapaian rekor produksi ini baru pertama setelah produksi motor diluncurkan sejak tiga dekade.

Motor yang didesain antara kombinasi off road dan motor jalanan menjadi penjualan tertinggi pada seri GS dan mampu mengambil hati para penggila petualang sejak 34 tahun lalu.

Melansir dari Ashpaltandrubber, yang ditulis Senin (24/3/2014), BMW merilis sepeda motor travel - enduro pertama mereka dengan mesin tipe twin-boxer horizontal yaitu R80G/S pada musim gugur 1980.

Ketika pertama kali dirilis, GS twin boxer hanya menghasilkan tenaga 50 HP dari mesin berkapasitas 798 cc. Tiga dekade kemudian, BMW memproduksi seri GS salah satu motor yang paling kuat dan penjualannya paling laris di muka bumi.

"Potensi luar biasa dari model GS bermesin boxer dengan keunggulan kualitas off road, kenyamanan dan daya tahan terus-menerus kami pelihara, dikembangkan dan segala keunggulan tersebut ditransfer untuk model BMW Motorrad seri lainnya," kata Presiden BMW Motorrad, Stephan Schaller.

BMW telah menunjukkan  mereka berkomitmen untuk melanjutkan kesuksesan dan kepuasan pengendara yang ada pada R1200GS. Motor ini berkapasitas 1.170 cc yang menghasilkan tenaga 125bhp dengan fitur suspensi elektronik semi- aktif, kontrol traksi, dan ABS.

"Sebagai pabrikan, itu adalah hak istimewa bagi kami untuk terus membangun sejarah keberhasilan GS yang legendaris. Dengan unit yang presisi, tahap evolusi baru tercapai tahun lalu," kata Marc Sielemann, Kepala BMW Motorrad Berlin Plant. 

Ia menambahkan, produksi mencapai 500 ribu unit mendasari fakta kalau boxer GS merupakan basis produksi sepeda motor sejak lama.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya