Emiten Konstruksi BUMN Mendulang Laba Sepanjang 2013

Empat emiten konstruksi BUMN membukukan kinerja positif sepanjang 2013. Lalu emiten mana yang raih pertumbuhan terbaik pada 2013?

oleh Agustina Melani diperbarui 26 Feb 2014, 19:28 WIB

Liputan6.com, Jakarta Empat emiten konstruksi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) membukukan kinerja positif sepanjang 2013. Laba empat emiten konstruksi BUMN ini membukukan total laba sekitar Rp 1,76 triliun pada 2013, atau tumbuh sekitar 41% dari periode 2012.


Dari empat emiten konstruksi BUMN itu, PT Adhi Karya Tbk (ADHI) mencatatkan pertumbuhan persentase terbesar sepanjang 2013. Laba bersih PT Adhi Karya Tbk membukukan laba bersih menjadi Rp 405,97 miliar pada 2013, atau naik 91,86% dari tahun 2012 sebesar Rp 211,59 miliar. Pendapatan perseroan tumbuh 28,47% menjadi Rp 9,79 triliun pada 2013 dari periode tahun 2012 senilai Rp 7,62 triliun.

Demikian mengutip dari keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (26/2/2014). Meski demikian, kinerja PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) memang masih mencatatkan kinerja terbesar di antara empat emiten tersebut. Laba bersih PT Wijaya Karya Tbk naik 19,73% menjadi Rp 569,93 miliar pada 2013. Bila dibandingkan pencapaian laba tahun 2012 sebesar Rp 476 miliar.

Pendapatan perseroan naik 19,98% menjadi Rp 11,88 triliun pada 2013 dari pencapaian 2012 sebesar Rp 9,90 triliun.
PT PP Tbk (PTPP) mencatatkan pendapatan naik 35,85% menjadi Rp 9,68 triliun pada 2013 dari periode 2012 sebesar Rp 8,80 triliun. Sedangkan laba perseroan naik 35,85% menjadi Rp 420,70 miliar pada 2013. Pencapaian laba perseroan tahun 2012 sebesar Rp 309,68 miliar.


Lalu PT Waskita Karya Tbk (WSKT) membukukan laba naik sekitar 44% menjadi Rp367,97 miliar pada 2013 dari tahun 2012 sebesar Rp 254,03 miliar. Pendapatan perseroan naik tipis menjadi Rp 9,68 triliun sepanjang 2013, atau tumbuh 9,96% dari tahun 2012 sebesar Rp 8,80 triliun.


Analis PT Buana Capital, Alfred Nainggolan menuturkan, proyek konstruksi sepanjang 2013 cukup banyak sehingga mendukung kinerja emiten konstruksi. Apalagi pemerintah sedang menggiatkan pembangunan infrastruktur.


Saat ditanya mengenai rekomendasi saham emiten konstruksi, Alfred menilai, saham PT Wijaya Karya Tbk dan PT PP Tbk masih menarik untuk jangka panjang. Apalagi kinerja kedua emiten tersebut cukup bagus.


"PT Adhi Karya Tbk memang terlihat murah tetapi kinerja Adhi sebagian besar ditopang dari pendapatan non operasional yang besar. Kami masih rekomendasikan buy untuk saham WIKA dan PTPP," kata Alfred, saat dihubungi Liputan6.com, Rabu (26/2/2014). (Ahm)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya