Petasan Busi Motor, Ngabuburit Ala Lumajang

Dilarang membakar petasan, anak-anak di Lumajang membuat petasan murah meriah dan tidak berbahaya dari busi bekas. Permainan ini lazim dilakukan untuk mengisi waktu menjelang berbuka puasa.

oleh Liputan6Diterbitkan 08 September 2008, 19:02 WIB

Liputan6.com, Lumajang: Larangan membunyikan petasan tak membuat anak-anak di Kelurahan Ditorunan, Lumajang, Jawa Timur, mati akal. Justru, larangan itu membuat anak-anak lebih kreatif. Mereka membuat petasan yang murah meriah dan tidak berbahaya berbahan baku busi motor bekas, baut, korek api dan tali rafia. 

Pembuatannya cukup mudah. Awalnya, bagian tengah busi motor bekas dilubangi dan dibersihkan. Selanjutnya, diberi baut sebagai penutup lubang, sedangkan di bagian bawah busi diberi tali rafia.

Kini petasan siap dimainkan. Caranya, lubang busi diisi penuh belerang korek api. kemudian tali rafia sebagai alat pelontar ke atas. Sejurus kemudian, busi jatuh ke tanah dengan mengeluarkan suara ledakan yang cukup keras. "Ini petasan murah meriah mas, dari pada beli mahal dan beresiko ditangkap polisi," ujar Dani, Senin petang menjelang buka puasa. Permainan ini lazim dilakukan untuk mengisi waktu menjelang berbuka puasa.(ADO/Agus Ainul Yaqin)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya