Liputan6.com, Dili: Presiden Timor Leste Jose Ramos Horta yang cedera dalam satu usaha pembunuhan pada 11 Februari silam akan pulang ke negaranya pada pekan depan. "Setelah 65 hari dirawat di Darwin, Australia, setelah insiden 11 Februari, Presiden Jose Ramos Horta akan pulang ke Timor Leste pada 17 April," kata sebuah siaran media dari Kantor Kepresidenan Timor Leste, Sabtu (12/4), seperti dikutip kantor berita AFP.
Ramos Horta ditembak di kediamannya di Dili oleh pemberontak yang secara terpisah juga menyerang Perdana Menteri Xanana Gusmao. Dalam serangan itu Horta terluka tembak di perut sedangkan Xanana selamat. Sementara pemimpin pemberontak Mayor Alfredo Reinado tewas. Tetapi sejumlah pemberontak lainnya masih bebas.
Setibanya di Bandar Udara Dili, peraih hadiah perdamaian Nobel itu bakal memberikan keterangan kepada wartawan. Setelah itu, Horta berencana menghadiri misa Minggu tiga hari kemudian. Dan pada 21 April 2008, Horta akan menyampaikan pidato di parlemen nasional.(BOG/ANTARA)
Ramos Horta ditembak di kediamannya di Dili oleh pemberontak yang secara terpisah juga menyerang Perdana Menteri Xanana Gusmao. Dalam serangan itu Horta terluka tembak di perut sedangkan Xanana selamat. Sementara pemimpin pemberontak Mayor Alfredo Reinado tewas. Tetapi sejumlah pemberontak lainnya masih bebas.
Setibanya di Bandar Udara Dili, peraih hadiah perdamaian Nobel itu bakal memberikan keterangan kepada wartawan. Setelah itu, Horta berencana menghadiri misa Minggu tiga hari kemudian. Dan pada 21 April 2008, Horta akan menyampaikan pidato di parlemen nasional.(BOG/ANTARA)