Agen dan Pangkalan Minyak Tanah Harus Dimodali

Hiswana Migas Jateng dan Yogyakarta meminta Pertamina memodali agen dan pangkalan minyak di Semarang terkait kebijakan konversi. Sejumlah agen dan pangkalan minyak tanah kesulitan modal untuk memulai berjualan tabung elpiji.

oleh Liputan6Diterbitkan 19 November 2007, 11:09 WIB
Liputan6.com, Semarang: Pertamina diminta memberi bantuan modal kepada agen dan pangkalan minyak tanah di Semarang, Jawa Tengah agar bisa menjual elpiji (LPG) tabung tiga kilogram. Bantuan ini diharapkan terkait kebijakan konversi minyak tanah ke elpiji di empat kecamatan di Semarang.

Ketua Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Jateng dan Yogyakarta Harsono mengatakan, sebagian besar agen dan pangkalan minyak tanah kesulitan modal untuk memulai berjualan tabung elpiji tiga kg. "Kebijakan konversi hanya masyarakat yang diberi tabung gratis. Sedangkan agen dan pangkalan harus membeli dengan biaya yang tak sediikit," kata Harsono.

Harsono menambahkan, harga tabung elpiji 3 kg mencapai Rp 150 ribu. Lantaran agen dan pangkalan minyak tanah membeli tabung dalam jumlah cukup banyak, maka dana yang dibutuhkan cukup besar. "Distribusi tabung sebanyak tiga kali, yakni agen, pangkalan, dan masyarakat. Perputaran distribusi ini tidak pernah berhenti sehingga membutuhkan tabung yang banyak," jelas Harsono.

Harsono berharap model penjualan tabung tersebut tidak menggunakan sistem beli tabung. Namun, pihak Pertamina cukup menitipkan tabung yang selanjutnya dikembalikan ke Pertamina. Alhasil, pihak agen maupun pangkalan tidak merugi.(RMA/Antara)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya