Liputan6.com, Kathmandu: Serangan bom mengguncang Kathmandu, Nepal, Ahad (2/9). Sebanyak dua orang tewas dan 13 lainnya cedera. Tujuh di antaranya kritis. Motif dan pelaku peledakan belum diketahui. Ini adalah insiden pertama sejak kelompok pemberontak Maois bergabung dalam pemerintahan Nepal.
Menurut pihak Kepolisian Nepal, keempat bom meledak hampir bersamaan. Bom pertama meledak dalam sebuah bus yang tengah berjalan, sekitar 300 meter dari markas angkatan bersenjata. Tiga bom berikutnya meledak beberapa menit kemudian. Dua di antaranya di Distrik Balju dekat Universitas Tribhuvan, sekitar 13 kilometer barat daya Kathmandu.
Insiden ini diduga terkait gelombang kekerasan bernuansa etnis yang terus bergejolak di selatan negeri yang terletak di kaki pegunungan Himalaya tersebut. Tahun ini, 60 orang tewas akibat rangkaian aksi mogok dan demonstrasi yang digelar etnis minoritas Nepal.(REN/Tim Liputan 6 SCTV)
Menurut pihak Kepolisian Nepal, keempat bom meledak hampir bersamaan. Bom pertama meledak dalam sebuah bus yang tengah berjalan, sekitar 300 meter dari markas angkatan bersenjata. Tiga bom berikutnya meledak beberapa menit kemudian. Dua di antaranya di Distrik Balju dekat Universitas Tribhuvan, sekitar 13 kilometer barat daya Kathmandu.
Insiden ini diduga terkait gelombang kekerasan bernuansa etnis yang terus bergejolak di selatan negeri yang terletak di kaki pegunungan Himalaya tersebut. Tahun ini, 60 orang tewas akibat rangkaian aksi mogok dan demonstrasi yang digelar etnis minoritas Nepal.(REN/Tim Liputan 6 SCTV)