Keluarga Korban Berebut Ikut Tim SAR

Ratusan keluarga korban KM Teratai Prima di Majene, Sulbar, berebut ikut tim SAR mencari korban yang belum ditemukan. Di Parepare, Sulsel, beberapa keluarga korban jatuh pingsan begitu mendapat kabar tim SAR akan menghentikan pencarian korban Ahad.

oleh Liputan6Diterbitkan 16 Januari 2009, 23:49 WIB

Liputan6.com, Majene: Tim SAR terpaksa membatasi jumlah keluarga korban di Majene, Sulawesi Barat, yang ingin ikut mencari keluarganya yang hilang bersama tenggelamnya Kapal Teratai Prima, Jumat (16/1). Akibatnya keluarga korban yang tak bisa ikut tim ada yang histeris. Sebagian di antaranya meski kecewa memilih menunggu di tenda darurat.

Puluhan keluarga korban di Parepare merasa kecewa setelah tahu tim SAR akan menghentikan pencarian korban KM Teratai Prima Ahad nanti. Sebagian keluarga mengancam akan merusak kantor pelabuhan jika pencarian korban dihentikan. Tim SAR tak berjanji bisa terus mencari mengingat terbatasnya dana. Apalagi prosedurnya pencarian korban biasanya maksimal tujuh hari.

Sementara, keluarga korban lainnya menggelar upacara ritual melarung dengan melepas puluhan butir telur ayam kampung dan seekor ayam ke Pantai Majene. Mereka berharap dengan cara ini akan memudahkan tim SAR dan nelayan untuk menemukan anggota keluarga mereka yang masih hilang.

Hingga kini korban yang ditemukan baru 44 orang dan enam di antaranya tewas. Padahal jumlah penumpang kapal sekitar 250 orang.(IAN/Edi Junaedi dan Qodriansyah Sofyan)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya