Liputan6.com, Majene: Tim Search and Rescue (SAR) masih mencari korban tenggelamnya Kapal Motor Teratai Prima di perairan Majene, Sulawesi Barat. Hingga Senin (12/1), baru 21 orang ditemukan dalam kondisi selamat dari 229 penumpang yang terdapat dalam data manifes.
Tiga dari empat korban kecelakaan kapal yang ditemukan hari ini adalah Suardi asal Palopo, Yusuf asal Bone, dan Rusdi asal Pinrang, Sulawesi Selatan. Setelah dirawat di Rumah Sakit Majene, kondisi mereka sudah membaik meski masih tampak lemas setelah satu hari berjuang melawan maut di tengah gelombang laut. Sementara seorang korban hidup lainnya ditemukan di Parepare.
Advertisement
Diduga masih terdapat korban lebih banyak lagi. Ini disebabkan banyak penumpang kapal yang tidak terdapat dalam manifes atau daftar penumpang. Daeng Sutte, misalnya, yang tidak tertera dalam daftar manifes KM Teratai Prima. Sang istri, Juniah, terus menangis histeris di Kantor Administrator Pelabuhan Parepare.
Kesedihan mendalam juga dialami Dewi yang tidak menemukan nama keluarganya dalam daftar manifes penumpang yang berjumlah 300 orang. Sedangkan Syamsu lebih beruntung. Penumpang kapal ini selamat meski nekat naik ke kapal dengan mengantongi tiket dari calo.
Untuk memudahkan koordinasi dengan tim SAR di Majene, Kepolisian Kota Besar Samarinda, Kalimantan Timur, mendirikan pos pendataan korban-korban tenggelamnya KM Teratai Prima. Pencarian masih terus dilakukan dan harapan terus digantungkan pada tim penyelamat agar anggota keluarga dapat ditemukan [baca: Kapal Berpenumpang 300 Orang Tenggelam].(YNI/Tim Liputan 6 SCTV)