Liputan6.com, Tangerang: Puluhan porter Bandar Udara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Senin (22/12), berunjuk rasa. Mereka menuntut pembayaran gaji dari PT Indonesia Nastional Air Service sesuai standar upah minimum kabupaten.
Aksi hampir saja tidak terkendali. Puluhan porter ini kesal karena tuntutan mereka telah lama diabaikan. Selama ini mereka dibayar Rp 500 ribu per bulan. Padahal standar upah minimum kawasan Tangerang mencapai RP 1.050.000 per bulan. Para porter sempat mematikan aliran listrik dan mengunci kantor PT INA.
Manajemen PT INA akhirnya berjanji memenuhi tuntutan pengunjuk rasa. Kekurangan gaji para buruh akan ditutup secara cicilan mulai Rabu mendatang. Para porter pun membubarkan diri dengan tertib.(TOZ/Abdul Rosyid)
Aksi hampir saja tidak terkendali. Puluhan porter ini kesal karena tuntutan mereka telah lama diabaikan. Selama ini mereka dibayar Rp 500 ribu per bulan. Padahal standar upah minimum kawasan Tangerang mencapai RP 1.050.000 per bulan. Para porter sempat mematikan aliran listrik dan mengunci kantor PT INA.
Manajemen PT INA akhirnya berjanji memenuhi tuntutan pengunjuk rasa. Kekurangan gaji para buruh akan ditutup secara cicilan mulai Rabu mendatang. Para porter pun membubarkan diri dengan tertib.(TOZ/Abdul Rosyid)