Demi Pupuk, Petani Duduki Kantor Distributor

Para petani di Pemalang, Jateng, menyerbu sejumlah distributor resmi walau persediaan pupuk kosong. Di Brebes, petani harus antre dengan menyerahkan foto kopi KTP setidaknya dua hari sebelum kedatangan pupuk.

oleh Liputan6Diterbitkan 05 Desember 2008, 06:03 WIB
Liputan6.com, Pemalang: Meski sudah antre berjam-jam di kantor dan kios milik distributor pupuk di Pemalang, Jawa Tengah, Kamis (4/12), para petani harus kecewa. Sebab, pupuk yang dinanti tak juga muncul. Meski begitu, para petani tetap menunggu karena tak ingin kehabisan pupuk.

Wartih, misalnya. Ia bahkan sudah menunggu di kios pupuk sejak selepas subuh. Namun hingga tengah hari, pupuk tidak datang juga. Padahal, tanaman padinya yang sudah berumur 20 hari harus segera dipupuk. "Sudah empat hari tidak dapat pupuk," kata Wartih.

Menurut Kasmuri, pemilik kios, saat ini agen cuma memasok tiga ton pupuk urea setiap pekan. Padahal, kebutuhan pupuk petani langganannya mencapai lima ton lebih per pekan.

Di Brebes, Jateng, demi mendapatkan pupuk para, petani harus mengantre berjam-jam. Itu pun setelah mereka menyerahkan foto kopi kartu tanda penduduk dua hari sebelumnya. Sementara di Desa Cicakak, para petani sudah antre sejak pagi buta lantaran akan datang pasokan dari distributor.

Kelangkaan pupuk juga terjadi Bangka Belitung, terutama di Kabupaten Bangka Selatan. Pupuk yang sulit didapat adalah jenis NPK, paling banyak dipakai untuk tanaman palawija. Kalau pun ada, harganya mencapai Rp 530 ribu per karung isi 50 kiilogram. Padahal di saat normal, harga pupuk NPK sekitar Rp 35 ribu per 50 kilogram.(BOG/Tim Liputan 6 SCTV)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya