Liputan6.com, Karanganyar: Ketegangan menyertai jalannya syuting perdana film berjudul Lastri di bekas pabrik gula Colomadu, Karanganyar, Jawa Tengah, Sabtu (15/11). Namun kericuhan bisa dihindari setelah sutradara Eros Djarot menemui warga serta sejumlah aktivis ormas Islam yang sejak awal bersiap membubarkan jalannya syuting.
Jalannya dialog antara Eros Djarot dengan warga diwarnai perdebatan panjang terkait persepsi yang disampaikan soal tudingan penyebaran ajaran komunisme dalam film Lastri. Penolakan dari pemrotes tak urung mengganggu jalannya syuting.
Eros menyesalkan tindakan warga serta ormas Islam karena salah paham dengan tujuan pembuatan film Lastri. Menurut dia, film ini memang mengambil seting 1965-an. Namun sama sekali tidak berkaitan dengan ajaran komunisme. Terkait protes warga, Eros berencana memindahkan lokasi syuting ke tempat lain.(YNI/Wiwik Susilo)
Jalannya dialog antara Eros Djarot dengan warga diwarnai perdebatan panjang terkait persepsi yang disampaikan soal tudingan penyebaran ajaran komunisme dalam film Lastri. Penolakan dari pemrotes tak urung mengganggu jalannya syuting.
Eros menyesalkan tindakan warga serta ormas Islam karena salah paham dengan tujuan pembuatan film Lastri. Menurut dia, film ini memang mengambil seting 1965-an. Namun sama sekali tidak berkaitan dengan ajaran komunisme. Terkait protes warga, Eros berencana memindahkan lokasi syuting ke tempat lain.(YNI/Wiwik Susilo)