Jopajapu, Miniatur Pengingat Masa Lalu

Kerinduan akan masa kecil serta keinginan untuk mengabadikan kehidupan sehari-hari tentang aktivitas masyarakat di Jawa telah memberi ide kepada Maryono dengan membuat miniatur dari kayu pinus.

oleh Liputan6Diterbitkan 20 Oktober 2008, 06:33 WIB
Liputan6.com, Semarang: Kerinduan akan masa kecil serta keinginan mengabadikan kehidupan sehari-hari memberikan ide kepada Maryono. Berbekal keahlian yang dimilikinya, pemuda di Desa Tunggulsari Pajang, Laweyan, Surakarta, Jawa Tengah ini mencoba membuat miniatur aktivitas kehidupan dari limbah kayu pinus.

Karya-karya yang dihasilkan Maryono membuat orang khususnya yang sudah tua untuk bernostalgia. Mereka dapat kegiatan yang jarang bisa ditemui lagi saat ini seperti menumbuk padi di lesung, menimba air di sumur dan sebagainya, kini dapat direkam dalam sebuah bentuk miniatur boneka kayu.

Konsep dasar usaha miniatur jopajapu berawal dari keprihatinan terhadap kaum muda yang tak lagi punya nilai-nilai idealisme. "Kondisi yang sudah dijajah oleh teknologi, dijajah oleh komunikasi sehingga hal-hal yang sangat prinsip tentang leluhurnya saja tidak lagi diketahui," kata Maryono.

Awalnya Maryono memasarkan karya-karyanya dengan berjualan di trotoar-trotoar. Tidak hanya trotoar Kota Solo, tapi di kota lainnya di sekitar Solo. Belakangan Maryono sudah mulai fokus di pameran-pameran. "Alhamdulillah seni jopajapu ini sudah mulai dikenal banyak orang," tegasnya.

Maryoto mengaku tidak pernah berharap karyanya ini akan diimpor "Idealisme awalnya adalah dengan membawa pesan moral agar generasi muda tidak lupa tradisi pendahulunya," kata Maryoto. Untuk memenuhi permintaan pasar lokal sudah cukup dengan tujuan agar produk ini dapat lebih dikenal di dalam negeri.

Bahan-bahan yang digunakan dalam kerajinan ini limbah kayu pinus dan limbah-limbah lainnya. Maryoto tidak mau menggunakan limba yang berbahaya bagi lingkungan "Miniatur yang ditutup dengan mika ini bagus tapi tak ramah lingkungan, makanya kita lebih banyak mengolah lembaran kayu pinus" ucapnya.

Maryoto tak menutup kemungkinan jika pemesan ingin disain lain. "Awalnya kita memang hanya fokus pada kehidupan budaya Jawa, tapi tidak menutup kemingkinan ada orang datang dengan membawa ide sendiri dengan masa lalu yang mereka miliki kemudian ingin dituangkan dalam bentuk miniatur", kata Maryoto.(UPI/Julianus Kriswantoro)

Maryono : 0815.4876.0537
Tunggulsari Panjang
Laweyan, Surakarta
Jawa Tengah

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya