Mata Lansia Rawan Terjangkit Glaukoma

Usia lanjut rawan terserang glaukoma. Penyakit rusaknya syaraf mata akibat meningginya tekanan dalam bola mata ini menjadi penyebab kebutaan nomor dua di Indonesia setelah katarak.

oleh Liputan6Diterbitkan 15 Juli 2001, 01:23 WIB
Liputan6.com, Jakarta: Mereka yang berusia di atas 40 tahun agaknya perlu waspada. Soalnya, di atas usia tersebut, rawan terserang glaukoma yang bisa mengakibatkan kebutaan permanen. Data statistik menunjukkan, penyakit rusaknya syaraf mata akibat meningginya tekanan dalam bola mata ini menjadi penyebab kebutaan nomor dua di Indonesia setelah katarak. Demikian dikemukakan dokter spesialis mata Abdul Manan Ginting dari Jakarta Eye Center, baru-baru ini.

Tekanan dari cairan yang masuk ke bola mata, normalnya berkisar antara 10 sampai 20 milimeter air raksa. Cairan ini, selain untuk membentuk mata sehingga menjadi bulat, juga untuk memberikan nutrisi dan oksigen pada jaringan mata yang tak mempunyai pembuluh darah, seperti lensa, kornea dan vitrius. Bila nutrisi dan oksigen dalam cairan tersebut sudah habis, cairan itu harus dibuang melalui proses alami, seperti layaknya pengeluaran air mata.

Bila proses pengeluarannya terganggu, cairan itu akan menumpuk dalam bola mata dan bisa merusak bagian-bagian mata termasuk syaraf mata. Meski glaukoma bisa terjadi pada siapa saja, menurut dokter Ginting, yang paling rentan adalah mereka yang berusia diatas 40 tahun. Satu di antara penyebab glaukoma adalah pemakaian obat-obatan tetes mata yang mengandung hormon steroid.

Pada glaukoma akut, gejalanya bisa diamati dalam beberapa jam atau hari, seperti rasa sakit yang hebat pada mata, hingga penderita merasa pusing dan mual. Bagian putih mata menjadi merah kebiruan serta bagian hitamnya menjadi buram. Yang berbahaya adalah glaukoma kronis yang tak menampakkan gejala.

Penderita glaukoma akut harus menjalani pembedahan yang tak terlalu lama, yakni sekitar 15 menit. Selanjutnya, pasien akan diberi terapi obat-obatan dan kaca mata. Sementara itu, penderita glaukoma kronis akan diberikan obat-obatan untuk menurunkan tekanan mata(RSB/Mira Permatasari dan Bambang Triono)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya