Liputan6.com, Medan: Demonstrasi mahasiswa di Kantor Gubernur Sumatra Utara, Jumat (29/8) siang, terkait penyerobotan tanah transmigrasi di Kabupaten Tapanuli Tengah, diwarnai insiden berdarah. Salah satu mahasiswa ditusuk seorang penyusup yang turut berunjuk rasa.
Semula, unjuk rasa mahasiswa yang tergabung dalam Forum Peduli Tanah Rakyat berlangsung tertib. Ini sekalipun mereka gagal menemui Gubernur Syamsul Arifin. Para pemrotes hanya bisa menyampaikan aspirasinya terkait penyerobotan tanah transmigrasi seluas 6.000 hektare di Tapanuli Tengah yang kini dikuasai PT Nauli Sawit.
Advertisement
Di tengah dialog pengunjuk rasa dengan pejabat perwakilan Pemerintah Provinsi Sumut, tiba-tiba salah satu mahasiswa, Edi Simatupang, yang juga koordinator aksi, ambruk. Ternyata, paha kanannya ditusuk dengan senjata tajam oleh seorang pria tak dikenal.
Dengan truk polisi, Edi segera dibawa ke rumah sakit. Sementara, teman-teman Edi yang marah, mencoba membalas insiden ini dengan tindakan anarkis. Namun, petugas lebih sigap dan berhasil mencegahnya. Adapun dua dari lima orang yang diduga terlibat penusukan akhirnya ditangkap polisi. Mereka kemudian digelandang ke Kantor Kepolisian Sektor Medan Baru untuk diperiksa.(ANS/Yudhistira)