Liputan6.com, Jakarta: Rizal Ramli dicopot dari jabatannya sebagai Komisaris Utama Semen Gresik, Jumat (27/6). Pemecatan ini cukup mengejutkan karena dilakukan ketika kinerja perusahaan semen itu sangat bagus. Bahkan, tahun silam, Semen Gresik tercatat sebagai badan usaha milik negara terbaik ketujuh dari seluruh perusahaan negara yang ada.
Belakangan ini, Rizal Ramli memang aktif dalam gerakan menolak kenaikan harga bahan bakar minyak. Mantan Menteri Koordinator Perekonomian era pemerintahan Abdurrahman Wahid itu bahkan sempat berorasi dalam demonstrasi antikenaikan harga bahan bakar minyak di depan Istana Negara, Jakarta, beberapa waktu lalu. Sikap oposisi yang ditunjukkan Rizal Ramli, boleh jadi membuat gerah sejumlah kalangan [baca: Demonstrasi di Negara Demokrasi Hal Biasa].
Advertisement
Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara Sofyan Djalil mengakui dirinya yang mengusulkan pemecatan itu. Ia gerah dengan sikap oposisi yang ditunjukkan Rizal Ramli dan dinilainya tidak etis.
Pencopotan Rizal Ramli hampir bersamaan waktunya dengan penangkapan Sekretaris Komite Bangkit Indonesia Ferry Yuliantono yang dituding sebagai dalang unjuk rasa anarkis. Komite Bangkit Indonesia adalah lembaga yang dibentuk dan diketuai oleh Rizal Ramli [baca: Ferry Yuliantono Ditangkap].(ANS/Tim Liputan 6 SCTV)