Rayakan Kelulusan, Siswa SMA Konvoi

Beragam cara dilakukan para siswa sekolah menengah atas merayakan kelulusan ujian nasional. Di Surabaya, Jatim, sejumlah siswa menyulut tangki bensin sepeda motor sambil berkonvoi di jalan raya.

oleh Liputan6Diterbitkan 14 Juni 2008, 17:53 WIB

Liputan6.com, Surabaya: Sejumlah siswa sekolah menengah atas di Surabaya, Jawa Timur, merayakan kelulusan dengan tindakan berbahaya dan sangat tidak terpuji, Sabtu (14/6). Mereka menyulut tangki bensin sepeda motor sambil berkonvoi keliling Kota Surabaya. Tindakan mereka sempat mengganggu pengguna jalan lain.

Tak hanya itu, setelah mendapat kepastian lulus sejumlah siswa mencorat-coret seragamnya. Padahal sebelumnya mereka telah dilarang pihak sekolah. Namun, dengan alasan kenang-kenangan dan ungkapan keberhasilan mereka tetap melanjutkan aksi tersebut.

Sementara di Banyuwangi, Jawa Timur, euforia kelulusan pelajar SMA mendapat perhatian serius polisi setempat. Polisi merazia para pelajar. Mereka yang tak memakai helm dihalau, sedangkan seluruh tas digeledah. Dari penggeledahan itu, polisi menemukan sangkur. Pun demikian di Bandar Lampung, Lampung. Aksi para pelajar merayakan kelulusan ujian nasional membuat repot polisi. Betapa tidak, mereka memblokade dua jalan, yakni Majapahit dan Tulangbawang. Akibatnya terjadi antrean panjang di dua kawasan tersebut.

Sebagian siswa lain menyikapi kelulusannya dengan peluk cium dan teriakan kegembiraan. Ini dilakukan para siswa kelas tiga SMAN 35 Jakarta. Sedangkan Bayu Utomo, siswa SMA di Tangerang, Banten, meluapkan kegembiraan karena lulus dengan mencium kaki ibunya [baca: Hasil UN Diumumkan Hari Ini]

Keharuan serupa terjadi di Tulungagung, Jawa Timur. Suasana haru pecah oleh tangisan dan jeritan ratusan siswa ketika mereka berebut melihat pengumuman kelulusan yang ditempel di sebuah papan. Setelah mengetahui mereka dinyatakan lulus, beberapa siswa langsung bersujud syukur mencium tanah. Saking terharunya, seorang siswa Madrasah Aliyah Negeri 2 Tulungagung harus dibopong teman-temannya. Ia terjatuh pingsan di tengah lapangan usai melihat pengumuman tersebut.

Lain lagi di Polewali, Sulawesi Barat. Puluhan siswa sekolah menengah atas dam sekolah menengah kejuruan jatuh pingsan setelah dinyatakan gagal. Sejumlah pelajar yang tidak sadarkan diri terpaksa dibawa ke ruang kelas. Sejumlah siswa lainnya yang beruntung berupaya menenangkan teman mereka yang histeris karena tidak lulus. Dari seluruh peserta ujian SMA di Sulawesi Barat, persentase ketidaklulusan mencapai 40 persen.

Pengumuman kelulusan memang tidak selalu disambut siswa dengan kegembiraan. Seperti yang dirasakan Fitri, siswi sebuah SMA swasta di Jakarta Selatan. Sejak menerima surat tanda kelulusan yang dibawa kurir tadi pagi, Fitri yang diumumkan tidak lulus selalu meneteskan air mata.

Fitri adalah satu siswa di Jaksel yang dinyatakan tidak lulus. Hasil ujian siswa jurusan ilmu pengetahuan sosial ini tidak mencukupi batas angka 4,75. Pihak sekolah juga menyatakan kekecewaannya atas banyaknya siswa yang tidak lulus. Padahal, para guru telah memberikan berbagai pelajaran tambahan.

Tingkat kelulusan SMA di DKI Jakarta untuk tahun ini mencapai 92 persen dan delapan persen di antaranya tidak lulus. Bagi siswa yang tidak lulus masih ada jalan lain yang bisa ditempuh, yakni mengikuti ujian kesetaraan tingkat lanjutan atas yang dikenal dengan Paket C. Selain diakui pemerintah tidak sedikit lulusan Paket C yang berprestasi di perguruan tinggi ternama.

Di Padang, Sumatra Barat, sejumlah siswa pingsan karena tidak lulus ujian nasional. Mereka tidak bisa menahan kesedihan sementara teman-temannya bersuka ria.

Jika dibanding tahun lalu, tingkat kelulusan siswa di Padang jauh menurun. Saat ini prosentase kelulusan siswa hanya sekitar 93 persen, sementara tahun lalu 96 persen. Salah satu sekolah yang siswanya banyak tidak lulus adalah Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 2 Padang. Dari 319 peserta ujian, sebanyak 95 siswa dinyatakan tidak lulus.

Tangis histeris dan kesedihan juga terdengar di SMK Swagaya, Purwokerto, Jawa Tengah. Belasan siswa bahkan pingsan karena dinyatakan tidak lulus. Kesedihan juga dirasakan sejumlah orangtua siswa yang mendampingi anak-anak mereka melihat pengumuman. Para guru tak dapat berbuat banyak untuk menenangkan siswa sehingga kejadian ini membuat panik pihak sekolah.

Pengumuman kelulusan SMA sederajat di Kalimantan Barat juga tidak disambut gembira karena dari 34 ribu lebih peserta ujian nasional, sebanyak 9.600 lebih dinyatakan tidak lulus. Angka kelulusan untuk tahun ini tidak jauh berbeda dengan angka kelulusan sebelumnya.

Pengumuman hasil ujian di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, juga diwarnai isak tangis. Tercatat 32.000 siswa di kota ini tidak lulus. Di SMK 8 Makassar, sekitar 56 persen dari 200 siswanya dinyatakan tidak lulus. Angka ketidak lulusan kali ini lebih tinggi dibanding tahun lalu. Ini menunjukkan kualitas dan pola pendidikan yang diperoleh siswa kurang memadai.

Sementara itu, pemerintah menunda pengumuman hasil ujian ratusan siswa di enam sekolah di Kota Makassar. Ini karena ada kasus kecurangan yang dilakukan para gurunya.(IAN/Tim Liputan 6 SCTV)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya