Jumlah Perokok Bertambah, Usia Makin Muda

Semakin lama jumlah perokok di Indonesia, meningkat. Usia perokok pun makin muda. Fenomena ini membuat khawatir para pemerhati kesehatan yang memperingati Hari Tanpa Tembakau.

oleh Liputan6Diterbitkan 30 Mei 2008, 13:10 WIB

Liputan6.com, Jakarta: Anak-anak dan remaja perokok di Indonesia, semakin hari jumlahnya kian banyak. Jadi jangan heran, bila Anda melihat sekeliling akan semakin mudah menemukan perokok muda. Jangan heran pula, jika Indonesia kemudian tercatat memiliki jumlah perokok remaja, berusia antara 13 hingga 18 tahun, terbesar di Asia. Data Global Youth Tobacco Survey di tahun 2007 memperlihatkan hal itu.

Fenomena ini membuat khawatir banyak pemerhati kesehatan. Banyaknya perokok di kalangan muda ini juga sudah menjadi keprihatinan Ibu Negara Ani Yudhoyono, seperti yang disampaikannya dalam peringatan Hari Tanpa Tembakau di Jakarta, Jumat (30/5). Apalagi, perokok dini juga sudah banyak di kalangan remaja putri yang tentunya bisa mengancam organ reproduksi mereka.

Keprihatinan Ibu Negara juga menyangkut besarnya angka perokok pasif. Terutama yang terpapar asap rokok di lingkungan terdekat mereka, termasuk di rumah. Menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sebanyak 13 persen remaja di dunia, termasuk Indonesia sudah menjadi perokok. Sedangkan yang menjadi perokok pasif jumlahnya mencapai lima kali lipat, yaitu sekitar 65 persen.(ANS)

POPULER

    Berita Terkini Selengkapnya