Liputan6.com, Jakarta: Indonesia berencana keluar dari Organisasi Pengekspor Minyak (OPEC). Pasalnya Indonesia sudah tak lagi mengekspor minyak. Demikian diungkapkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Purnomo Yusgiantoro dalam konferensi pers yang digelar di Jakarta, Rabu (28/5).
Menurut Purnomo, cadangan minyak di Indonesia kian menipis sementara jumlah konsumsi terus naik. Keputusan untuk keluar dari OPEC telah ditetapkan kabinet Indonesia Bersatu dalam rapat anggaran negara. Meski keluar dari OPEC, Indonesia dapat bergabung kembali dalam organisasi ini di masa depan.
Sementara terus meroketnya harga minyak mentah dunia memaksa pemerintah Taiwan merencanakan kenaikan harga BBM beberapa hari mendatang. Akibatnya, warga berbondong-bondong antre di berbagai stasiun pengisian bahan bakar umum. Perdana Menteri Lu Chao Shiuan menyatakan, penyulingan minyak milik negara akan menaikkan harga BBM di SPBU sebesar 3,9 dolar Taiwan untuk premium dan 4,4 dolar Taiwan untuk solar.(JUM/Tim Liputan 6 SCTV)
Menurut Purnomo, cadangan minyak di Indonesia kian menipis sementara jumlah konsumsi terus naik. Keputusan untuk keluar dari OPEC telah ditetapkan kabinet Indonesia Bersatu dalam rapat anggaran negara. Meski keluar dari OPEC, Indonesia dapat bergabung kembali dalam organisasi ini di masa depan.
Sementara terus meroketnya harga minyak mentah dunia memaksa pemerintah Taiwan merencanakan kenaikan harga BBM beberapa hari mendatang. Akibatnya, warga berbondong-bondong antre di berbagai stasiun pengisian bahan bakar umum. Perdana Menteri Lu Chao Shiuan menyatakan, penyulingan minyak milik negara akan menaikkan harga BBM di SPBU sebesar 3,9 dolar Taiwan untuk premium dan 4,4 dolar Taiwan untuk solar.(JUM/Tim Liputan 6 SCTV)