Lestarikan Budaya dengan <i>Kekean</i>

Ada saja cara warga Desa Kedungsari, Kemlagi, Mojokerto, Jawa Timur, dalam melestarikan tradisi nenek moyang. Setiap tahun mereka menggelar lomba permainan kekean alias gasing agar tidak punah. Tradisi unik ini digelar setiap menyambut pergantian musim.

oleh Liputan6Diterbitkan 13 Mei 2008, 06:21 WIB

Liputan6.com, Mojokerto: Warga Desa Kedungsari, Kemlagi, Mojokerto, Jawa Timur, memiliki tradisi unik setiap menyambut pergantian musim penghujan ke musim kemarau. Mereka menggelar kekean atau adu gasing. Ini sekaligus sebagai cara melestarikan tradisi leluhur agar tak punah. Selain itu, aktivitas ini juga dimaksudkan untuk mempererat tali persaudaraan antarwarga.

Kekean terbuat dari batang kayu yang didapat dari sekitar kebun warga. Cara membuatnya sederhana. Biasanya, kayu yang digunakan adalah jenis lamtoro karena tergolong kuat dan mudah didapat. Proses pembuatannya juga mudah dan cepat, hanya memakan waktu setengah jam.

Dalam bermain gasing, pemain perlu menggunakan tenaga yang kuat untuk membidik kekean yang akan diadu supaya lama berputar. Sediakan tempat yang cukup lebar untuk permainan ini karena kekean yang diputar peserta akan diadu dengan kekuatan penuh. Penonton harus menyaksikan dari jarak cukup jauh karena pada ujung kekean terpasang paku tajam.(YNI/Bambang Ronggo)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya